Aturan Mengirim SMS pada Customer
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Salah satu strategi marketing yang masih sering digunakan saat ini adalah SMS Marketing. Strategi marketing ini memanfaatkan pesan singkat (SMS) untuk memperkenalkan produknya ataupun menjaga komunikasi kepada para customernya. Walaupun telah banyak cara untuk menghubungkan perusahaan kepada costumer, nyatanya mengirim SMS pada costumer masih terbukti ampuh sebagai sarana pemasaran. Bahkan anda dapat menggunakan Aplikasi SMS Gratis Di Android untuk mengirim sms ke customer. Namun dalam mengirim SMS pada costumer, ada beberapa aturan yang harus anda taati.

Berikut ini 6 aturan mengirim SMS pada customer

1. Persetujuan

Anda tidak bisa seenaknya saja mengirim sms kepada para customer, karena jika ini dapat memunculkan banyak masalah. Sebelum anda mengirimkan sebuah pesan pendek melalui SMS, pastikan anda telah mendapat persetujuan dari para customer untuk mengirim sms ke nomor pribadi mereka. Walaupun seperti hal yang dianggap remeh, namun jika ini dibiarkan dapat menjadi masalah besar bagi anda.

Salah satu masalah terberat yang bisa anda hadapi adalah sebuah masalah hukum yang bisa berakhir di meja hijau. Mengirim SMS yang bersifat komersil tanpa seizin penerima SMS termasuk dalam katagori pelanggaran atas privasi dan juga bisa masuk dalam masalah HAM. Selain masalah hukum, mengirim SMS tanpa persetujuan juga akan merusak citra brand usaha kita dan pastinya akan kehilanggan costumer yang marah dengan sikap anda. Maka dari itu penting bagi anda untuk mendapatkan persetujuan sebelum mengirim SMS, sehingga pesan pemasaran anda termasuk pesan yang legal dan diterima customer.

Baca juga : FOX FREE SMS, Aplikasi SMS Gratis Di Android

Cara mendapatkan persetujuan untuk mengirim SMS kepada customer ada berbagai cara, salah satunya dengan membuat surat persetujuan sebelum membeli produk anda.¬† Jika produk anda dijual ataupun dalam bentuk online, anda bisa memasukan persetujuan tersebut dalam “agreement” yang bisa dicentang ataupun lainnya. Intinya anda harus bisa membuat sebuah pernyataan jika customer menerima jika nomor handphonenya mendapatkan SMS dari anda.

2. Frekuensi

Frekuensi yang di maksud ini adalah jumlah atau banyaknya anda mengirim SMS kepada customer. Tingkat frekuensi yang direkomendasikan oleh kami adalah tidak lebih dari 2-4 kali seminggu. Hal ini karena jika SMS yang dikirim terlalu banyak, akan membuat customer tidak menyukai anda dan justru SMS yang dikirim tidak akan menghasilkan apa-apa. Sebaiknya di dalam perjanjian ataupun anda bisa mengirimkan email kepada customer tentang berapa kali anda akan mengirim SMS dalam sebulan.

3. Unsubscribe

Pastikan anda memberikan pilihan kepada customer untuk teteap menerima SMS atau tidak lagi berlanggan (Unsubcribe) SMS dari anda. Sebaik-baiknya anda mengirim SMS kepada customer, anda tetap tidak tau apakah customer benar-benar menyukainya atau tidak. Maka berilah mereka kebebasan untuk tetap berlanggan atau tidak. jika meraka tidak lagi berlangganan, berarti mereka juga meninggalkan anda. Bisa saja customer tetap menggunakan produk anda tapi tidak suka diganggu dengan SMS.

4. Waktu

Sebaiknya anda benar-benar harus menjaga privacy mereka, salah satunya dengan tidak mengirim SMS diluar jam kerja. Kirimlah SMS pada waktu yang di anggap “lumrah” seperti mulai dari pukul 08.00-17.00, jika anda mengirim SMS di malam hari, bisa saja anda dianggap menganggu waktu mereka saat bersama keluarga ataupun waktu istirahat mereka. Anda bisa bayangkan jika saat sedang beristirahat tidur pukul 2 malam dan tiba-tiba ada pesan dari orang lain, pastinya anda akan sedikit kesal.

5. Bahasa

Mengirim SMS ke customer bukan sama seperti mengirim SMS pada teman anda. Disini anda mewakili perusahaan dan setiap kata yang terkirim akan menggambar citra perusahaan anda. Gunakanlah kata-kata yang formal dan tampak professional, walaupun anda bisa sedikit membuat terkesan lebih santai. Jangan pernah sekali-kali menggunakan bahasa “alay” ataupun singkatan dan kata-kata yang tidak baku.

Baca juga : Kirim SMS Gratis Ke Seluruh Indonesia via Website MPSSOFT

6. Bernilai

Dan yang terakhir, Pastikan jika SMS anda adalah SMS yang dianggap bernilai bagi customer. Jika anda¬† mencoba sekali saja mengirim SMS yang sebenarnya tidak begitu berguna ataupun hanya untul hal yang bersifat “iseng”, maka customer tidak akan pernah mau lagi ataupun menanggapi dari pesan SMS yang akan anda kirim berikutnya.

Cukup sekian pembahasan pada artikel MPSSOFT kali ini, Semoga 6 Aturan Mengirim SMS pada Customer ini dapat menjadi ilmu yang berguna buat anda. Tetap semangat dan selalu professional


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>