Istilah dalam startup
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dunia Startup Teknologi telah menjadi trend di kalangan masyarakat, banyak hal dan inovasi baru yang dapat kita temui. Salah satunya adalah istilah-istilah yang sering muncul dari dunia startup, seperti unicorn, pivot, Angel Investor, exit Dll.

Hal ini perlu di ketahui bagi anda yang sedang memulai mendirikan startup digital, maupun para startup antusias. Sehingga ketika ada publikasi ataupun pembahasan yang menggunakan istilah-istilah tersebut, maka anda tidak bingung lagi. Berikut ini adalah daftar istilah-istilah yang harus di pahami dalam Dunia Startup Teknologi :

 

1. Venture Capital

Apa itu Venture Capital ?
Venture Capital adalah sebuah perusahaan pengelola dana para investor dan kemudian dana yang terkumpul akan di berikan pada startup-startup berpotensi dalam bentuk investasi. Venture Capital akan memndapatkan bagian saham dari startup tersebut. Kami telah menyajikan Daftar  15 Venture Capital Di Indonesia yang paling aktif memberikan investasi pada startup indonesia.

 

2. Angel Investor

Apa itu angel investor ? dan apa perbedaan angel investor dengan Venture Capital ?
2 Pertanyaan tersebut sering sekali di tanyakan oleh masyarakat indonesia mengenai Angel Investor. Dalam dunia startup teknologi, “Angel” di sini bukanlah bidadari. Angel Investor merupakan seseorang yang menggunakan dana pribadinya untuk di investasikan pada startup. Atas kemuliaan dan kebaikannya tersebutlah investor tersebut di sebut angel atau dengan kata lain seorang bidadari baik hati.

Perbedaan Angel Investor dengan Venture Capital adalah jika Angel Investor adalah seseorang individual yang menggunakan dana pribadinya untuk di investasikan pada startup, sementara Venture Capital adalah perusahaan ( bukan individual) yang mengelola aset keuangan milik perusahaan untuk di investasikan pada startup berpotensi.

Untuk besaran dana yang di investasikan biasanya Angel Investor sanggup membiayai mulai dari Rp. 500 juta hingga Rp. 1,5 miliar, sementara Venture Capital bisa sampai tidak terhingga.

 

3. Round Investment

Round Investment merupakan sebutan untuk periode tahapan dalam dunia investasi startup. Di Dalam Round Invesment terdapat beberapa tahapan yaitu Seed Founding, Seri A, Seri B, Seri C dan seri selanjutnya hingga final round. Seed Founding adalah tahapan di mana startup baru saja berdiri dan membutuhkan dana awal untuk menjalankan startup tersebut. Ketika dana seed founding telah berhasil membuat startup berjalan dan mulai berkembang, biasanya startup tersebut membutuhkan dana yang lebih besar lagi untuk membantunya lebih berkembang, pada tahapan ini di sebut Seri A dan terus ke seri berikutnya. Sementara Final Round adalah tahapan pendanaan terakhir sebelum startup tersebut Exit.

Baca juga : MPSSOFT Membantu Startup Mengembangkan Aplikasi

 

4. Exit
Pada dunia startup teknologi sendiri kata “Exit” memiliki 2 makna yang saling bertolang belakang, antara yang baik dan buruk. Untuk makna Exit pertama adalah ketika di mana sebuah startup sudah siap untuk IPO ke pasar saham ataupun M&A (Merge & Acquisition) dengan perusahaan lain, ini adalah makna positif bagi sebuah startup. Untuk makan yang ke-2 tentunya merupakan makna negatif dari kata exit adalah ketika sebuah startup di nyatakan tutup atau tidak lagi beroperasi karena beberapa masalah.

 

5. IPO
IPO (Initial Public Offering) merupakan kondisi di mana untuk pertama kalinya saham sebuah startup dapat di perjual belikan di bursa saham. Kata IPO sendiri sebenarnya lazim di gunakan dalam dunia bisnis dan tidak hanya di startup teknologi saja. IPO biasanya adalah fase tertinggi yang di harapkan sebuah Venture Capital maupun pendiri startup.

 

6. M&A (Merge & Acquisition)

Merge adalah ketika 2 startup atau perusahaan di gabung menjadi satu kesatuan operasional, di mana ada satu startup yang di beli semua asetnya untuk di gabungkan pada startup satunya lagi.  Sementara Acquisition atau akusisi adalah proses pengambil alihan otoritas perusahaan melalui pembelian saham atau aset sebuah startup, namun tetap beroperasi seperti biasa dan hak kekuasaan telah di pegang oleh orang/perusahaan yang berbeda.

Sehingga dapat di simpulkan bahwa Merge dan Acqusition sama-sama proses pengambil alihan startup, namun pada merge startup yang di ambil alih akan di gabungkan pada startup utama, sementara Acquisition tidak.

 

istikah dalam startup

 

7.  Acqui-hire

Acqui-hire merupakan proses di mana sebuah perusahaan mengakusisi perusahaan lain, namun bukan untuk mendapatkan keuntungan dari perusahaan tersebut, melainkan untuk mendapatkan seluruh tim yang di milikinya. Hal ini biasanya terjadi apabila ada sebuah perusahaan dengan ide bisnis yang sangat buruk, namun memiliki anggota tim yang sangat berbakat, sehingga sangat di sayangkan jika tim tersebut terus menjalankan bisnis mereka yang buruk tersebut.

 

8. Inkubator dan Akselelator

Inkubator dan Akselelator sebenarnya hampir sama yaitu untuk memfasilitasi sebuah startup untuk dapat berjalan lebih baik dengan cara penyediaan ruang kerja, pelatihan dari mentor professional,  bertemu dengan para investor, menyediakan jaringan bisnis dll. Yang membedakan hanya pada fase startup tersebut saja, dari segi durasi untuk inkubator biasanya sekitar 1-3 bulan dan akselelator sekitar 6 bulan lebih.

Inkubator di peruntunkan bagi startup yang baru saja di jalankan, sehingga di perlukan inkubator untuk membantu startup menciptakan bisnis plan dan produk yang lebih baik lagi. Sementara Akselelator di peruntunkan bagi startup yang telah berjalan dengan baik dan memerlukan program akselelator untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis startup tersebut menjadi jauh lebih tinggi.

Baca juga : Jasa Pembuatan Aplikasi Mobile Android dan IOS Terbaik


9. Co-Working Space

Co-Working Space adalah sebuah tempat kerja yang dapat di gunakan oleh para startup untuk bekerja dan di tempati secara bersama-sama dengan para startup lainnya. Dengan begitu startup dapat menghemat biaya operasional untuk tempat kerja. Biasanya di co-working space juga kita dapat bertemu para investor yang berpeluang menginvestasikan dananya pada startup kita dan itulah yang membuat bekerja menggunakan fasilitas co-working space lebih baik di bandingkan menggunakan kantor sendiri bagi startup awal.

 

10. Growth Hacking
Growt Hacking adalah proses menciptakan strategi marketing dengan melibatkan orang-orang teknis dengan fokus strategi marketing pada produk yang di ciptakan, sehingga memudahkan tim marketing mengeksekusi produk ke market tujuan.

 

11. Pivot
Pivot adalah istilah untuk startup yang akan meruba bisnis plan mereka, namun tetap sesuai dengan tujuan awal startup tersebut di ciptakan. Pivot biasannya terjadi karena ide bisnis yang di jalankan oleh startup tidak berjalan dengan baik atau tidak di terima oleh pasar. Contoh startup teknologi besar yang melakukan pivot adalah paypal, dahulu mereka merupakan startup dengan ide bisnis membuat alat pembayaran melalui transfer antar ponsel. Karena ide bisnis tersebut tidak berjalan baik dan tidak di terima pasar maka paypal merubah bisnis plannya menjadi alat pembayaran berbasis email seperti yang kita lihat sekarang.

Baca juga : Jasa Pembuatan Website Terbaik di Medan

 

12. Return of Investment (ROI)
Return of Investment (ROI) adalah fase di mana besaran keuntungan telah melewati biaya investasi (titik impas). Biasanya banyak para investor yang selalu menanyakan kapan terjadinya ROI ketika mereka menginvestasikan uangnya pada suatu startup.

 

13. Startup Unicorn
Startup Unicorn adalah sebutan untuk startup dengan nilai investasi di atas 1 miliar dollar atau sekitar 13 triliun rupiah. Di indonesia sendiri baru ada 3 startup yang masuk dalam katagori startup unicorn

Demikianlah artikel ini kami buat, mohon maaf jika ada terjadi kesalahan istilah. Kami akan terus mengupdate istilah-istilah dalam dunia startup setiap harinya, jika ada yang ingin di tambah ataupun di tanya silahkan isi dalam kolom komentar. Terimakasih


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>