startup indonesia
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Melanjutkan pembahasan tentang hal yang harus kamu ketahui seputar startup, maka mari kita simak beberapa sub-topik yang akan anda baca di bawah ini.

Money First atau Value First ?

Ada istilah di dunia startup mengatakan bahwa startup harus bakar duit dulu sebelum dapat untung besar.  Pernyataan itu memang ada benarnya, namun tidak selamanya startup harus bakar duit. Startup Bakar Duit adalah istilah yang sering digunakan untuk para startup yang menghabiskan banyak dana investasinya di awal untuk promosi besar-besaran dengan bertujuan meningkatkan jumlah pengguna. Biasanya saat masa “bakar duit”, startup tidak ada mengambil keuntungan sedikitpun dari penggunanya, justru si startup sendiri yang mensubsidi pengguna dengan berbagai bonus jika menggunakan produk dan layanan mereka.

Sebenarnya sebuah startup di bagi atas 2 golongan, jika di lihat dari model pendapatannya. Golongan tersebut yaitu golongan startup “Money First” dan golongan startup “Value First”.

Startup “Money First” adalah startup yang mengutamakan bagaimana caranya untuk mendapatkan pendapatan (monetize) secepat mungkin. Sejak pertama sekali startup money first itu didirikan, hal yang pertama di lakukan adalah bagaimana langsung mendapatkan keuntung dari penggunaan produk mereka. Untuk menjadi startup money first hal yang terpenting adalah bagaiaman kita membuat sebuah produk yang benar-benar di butuhkan oleh pelanggan dan mereka mau untuk membayar. Contoh startup money first di indonesia adalah tiket.com, fokus mereka bukanlah untuk mendapatkan pendanaan dan menguasai pasar, tetapi bagaimana caranya agar pelanggan mau membeli tiket, sehingga bis amengambil keuntungan langsung.

Sedangkan startup value first adalah startup yang mementingkan pertumbuh pengguna dan menguasai pasar terlebih dahulu, di bandingkan memonetize produk mereka. Langkah ini juga yang di ambil kebanyakan marketpalce indonesia seperti bukalapak, tokopedia dan olx. Di awal kehadiran mereka hingga beberapa tahun sejak berdiri, startup ini belum ada melakukan monetize pada startupnya dan hanya fokus menguasai pasar. Ketika jumlah pengguna telah sesuai dengan yang di inginkan, barulah strategi monetize di jalankan sedikit demi sedikit.

Jika di tanya lebih baik mana antara money first dengan value first, maka jawabannya tergantung jenis startup yang akan di buat. Belum tentu jika startup A cocok dengan model money first maka startup B juga cocok, bisa saja si B lebih cocok menggunkan model value first.

baca juga : Jasa Pembuatan Aplikasi Mobile Android & IOS Terbaik

 

Bisakah Berjalan Tanpa Venture Capital ?

Jika anda telah membaca dengan serius tantang First Money dan Value money, setidaknya anda bisa sedikit menjawab pertanyaan di atas. Banyak sekali para startup yang mengejar pendanaan dari venture capital, seakan startup tidak dapat melesat lebih jauh lagi jika tidak mendapatkan suntikan dana.

startup bootstrap indonesia

Dari data yang di dapatkan, nyatanya 84% perusahaan di dunia yang sukses dan berkembang sangat cepat, tidak di danai oleh investor ataupun venture capital. Dan banyak pakar startup mengatakan bahwa mendapatkan pendanaan dari sebuah venture capital adalah beban. Hal ini terjadi karena anda harus memikirkan bagaimana cara pengunaan dana tersebut dapat meningkatkan pendapatan perusahaan yang setimpal dengan nilai investasi. Di tambah dengan masuknya investor pada jajaran komisaris dan direksi di perusahaan dapat membuat sang founder tidak berdaya mengontrol startupnya.

Maka dari itu dapat disimpulkan  bahwa startup mampu berjalan dengan baik walaupun tanpa bantuan venture capital, dan istilah untuk startup jenis ini adalah startup bootstrapping. Hal utama yang harus di pahami jika anda ingin membangun startup secara bootstrapping adalah memaksimalkan sumber keuangan dan meminimalkan pengeluaran operasional. Baca selengkapnya pada artikel ini : Cara membangun startup secara bootstrapping.

 

Kapan waktunya yang tepat  untuk Exit ?

Mengenai pengertian Exit sendiri, sudah di bahas pada artikel sebelumnya tentang “hal yang harus kamu ketahui seputar stratup bagian pertama”. Sebagian founder menjadikan Exit sebagai tujuan akhir utama, namun pastinya exit di sini adalah exit yang positif seperti IPO dan Akusisi ( Di Jual ) kepada perusahaan lain. Tetapi ada juga sebagian founder yang tidak menjadikan exit sebagai tujuan akhir utama, biasanya mereka ingin terus “hidup” dan menjalani keseharian bersama startup yang iya dirikan.

Namun mau anda memilih tujuan akhir untuk exit atau tidak, tetaplah anda harus mempersiapkan kapan dan di kondisi apa startup harus exit, apalagi industri teknologi syarat akan kompetisi yang sengit. Mempersiapkan plan axit seharus di buat sejak startup tersebut masih dalam bentuk embrio alias pembuatan bisnis plan. Hal tersebut karna ada kalahnya startup yang kita bagun tidak berjalan dengan planning awal dan tidak mampu bersaing lagi, sehingga Exit dapat menjadi kondisi terbaik di bandingkan harus mempertahankannya.

Exit strategy

Memilih untuk exit, tidak selalu membuat founders keluar dari perusahaan. Anda tetap dapat bergabung di perusahaan, walaupun mungkin dengan kewenangan yang sudah berubah dan tergantung dari persetujuan awal saat exit.

Dalam perencanaan exit harus di mulai dengan kriteria kondisi yang tepat untuk melakukannya, kriterianya sendiri tergantung dari sudut pandang sang founder. Biasanya kriteria kondisi ini di bagi atas beberapa bagian yaitu kondisi dimana perusaahan dapat lebih berkembang dengan dana publik dan kondisi di mana startup anda telah mencapai sumber penghasilan yang maksimal dan jika di lanjutkan justru akan menurun.

baca juga : Software Payroll Terbaik

Dalam proses exit anda juga harus memilih dengan jelih apakah melalui jalur IPO atau akusisi. Di kutip dari beberapa situs pemberitaan startup mengatakan, Untuk kawasan asia tenggara memilih IPO adalah sebuah tentangan besar dan memilih untuk akusisi adalah keputusan exit yang paling masuk akal. Hal ini di karenakan asia tenggara masih perlu adanya integrasi yang lebih intens dari setiap lini startup, sehingga hal ini di mungkinkan jika memilih akusisi di bandingkan IPO.

Dan inilah akhir dari pembahasan hal yang harus kamu ketahui tentang Startup [Bagian Kedua], Mpssoft blog akan  terus memberikan artikel seputar starup dan industri bisnis yang menarik diulas. dan jangan lupa untuk melihat bagaimana produk kami ( PT Mitra Pasifik Solusindo) dapat membantu bisnis anda di www.mpssoft.co.id


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>