Bagaimana Cara Memilih Co-Founder atau Partner Bisnis Yang Tepat
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Membangun sebuah perusahaan ataupun bisnis apapun itu, tidak bisa dilakukan dengan sendirian. Sehebat dan seberpengalaman apapun anda, tetap saja akan memerlukan partner atau co-founder untuk sama-sama membangun bisnis anda. Setiap manusia pasti memiliki batas kemampuannya, baik dari segi skill, waktu dan tenaga yang dimiliki. Untuk itu, anda memerlukan orang lain agar dapat membantu anda membangun sebuah perusahaan.

Namun untuk mendapatkan co-founder atau partner kerja yang tepat, bukanlah hal yang mudah. Buktinya adalah pemilihan co-founder yang tidak tepat, merupakan salah satu faktor sumber kegagalan terbesar dari sebuah startup. Sebaik apapun ide yang anda miliki, tetap tidak akan berhasil jika partner kerja anda tidak sesuai harapan. Maka dari itu, sangat penting bagi anda untuk mendapatkan co-founder atau partner bisnis yang tepat.

Baca juga : 9 Tips Sukses Membangun Startup Secara Bootstrapping

Disini kami akan memberikan anda bagaimana cara memilih co-founder atau partner bisnis yang tepat :

Temukan orang yang melengkapimu

Pada dasarnya untuk menemukan partner yang tepat itu sangat muda, yaitu dengan mencari orang yang dapat melakukan apa yang tidak bisa anda lakukan. Hal ini sangat penting aplagi jika usaha anda baru dimulai. Anda harus memiliki calon partner yang memiliki banyak pengalaman dibidanganya, agar anda dapat juga belajar darinya. Dengan co-founder atau partner bisnis yang berpengalaman, ini juga akan menaikan citra startup anda di mata para investor.

Ada 3 jenis pengalaman yang sebaiknya ada pada co-founder atau partner bisnis anda, yaitu :

  • Keahlian
    Disini anda harus mencari partner yang memiliki pengalaman pada keahliannya, selain itu pastikan jika keahlian yang dimilikinya berbeda dengan keahlian anda, agar partner dan anda bisa saling melengkapi. Contohnya jika keahlian anda di bidang pemasaran, makalah carilah partner di bidang IT yang dapat membangun produk usaha anda.
  • Koneksi
    Sebuah bisnis dapat berjalan sukses pasti harus di dukung dengan kerjasama kebanyak pihak, maka dari itu pastikan partner anda memiliki banyak koneksi agar dapat membantu perusahaan mendapatkan mitra strategis.
  • Ide
    Terkadang apa yang anda anggap ide yang baik, belum tentu baik. Ketika anda memiliki partner yang memiliki banyak ide maka, ini akan membantu anda menemukan ide atau gagasan baru dari sudut pandang yang berbeda,

Kenali latar belakang partnermu

Pengalaman memang salah satu hal utama, namun itu saja tidak cukup untuk memastikan seseorang dapat menjadi partner anda atau tidak. Memahami bagaimana latar belakang dan kepribadian partner anda juga salah satu hal yang harus anda ketahui. Karena dengan mengetahui latar belakang dan kepribadian calon partner anda, maka anda akan mengetahui pula apakah dia cocok dan mudah untuk bekerja sama dengan anda. Jika karakternya tidak dapat membuat anda nyaman bekerja, maka urungkan saja niat anda untuk menjadikannya seorang partner bisnis.

Baca juga Hal yang wajib diketahui seputar startup, untuk para calon founders.

Ada beberapa hal dari latarbelakang calon partner anda yang harus diketahui, seperti :

  • Kepercayaan
    Sama seperti anda, co-founder juga memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam perusahaan nantinya. Untuk itu pastikan jika partner anda memiliki latar belakang sebagai orang yang terpercaya.
  • Gaya bekerja
    Mungkin anda menyukai gaya bekerja seperti perusahaan konveksional umumnya, sementara partner anda yang datang dari generasi millennial lebih menyukai sistem kerja ala “Silicon Valley”. Dua gaya bekerja tersebut tidaklah sama, sehingga jika dia anda pilih untuk menjadi partner usaha, amaka hasilnya tidak akan optimal.
  • Penanganan konflik
    Tidak ada hubungan yang akan selalu harmonis, begitu pula hubungan anda dengan partner. Akan ada di beberapa moment, anda akan bergeseken karena berbeda pendapat. Untuk itu baik anda maupun partner harus mempu memanajemen konflik agar gesekan tidak menjadi hal yang negatif, kita juga harus mau menerima masukan dan kritikan dari siapa saja.
  • Visi
    Biasanya perpecahan yang dialamiĀ  sebuah startup sering kali berawal dari perbedaan visi dari founder dan para co-foundernya. Maka dari itu, pastikan anda dan co-founder telah memiliki visi yang sama sebelum bisnis tersebut di bangun.
  • Sejarah
    Dan yang terakhir adalah sejarah dari partner tersebut, terutama sejarah tentang membangun bisnis. Anda bisa mencari tahu apakah dia memiliki sejarah gagal membangun bisnis dan cari tau pula mengapa dia bisa gagal. Silahkan tanyakan pula pada orang-orang yang pernah bekerja bersamanya tentang kepemimpinan partner anda tersebut.

Buat perjanjian resmi

Ketika anda telah mantap dengan pilhan co-founder yang akan menjadi parnert bisnis, maka segeralah membuat sebuah perjanjian yang legal. Hal ini di anggap sangat penting, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kemudian hari. Ada banyak hal yang harus ditetapkan dalam perjanjian, dua diantaranya merupakan hal yang sangat penting yaitu masalah kepemilikan dan hak yang ada pada perusahaan, kemudian masalah pembagian keuntungan dan porsi saham yang dimiliki masing-masing.

Baca juga : Mau Berbisnis Online ? Ini Resiko Yang Harus Anda Ketahui

Walaupun anda telah percaya betul kepada partner bisnis, bukan berarti anda dapat melupakan untuk membuat sebuah perjanjian tertulis yang resmi. Karena tidak ada yang dapat menjamin jika partner anda tidak meninggalkan perusahaan di kemudian hari, maka dari itu penting adanya sebuah penjanjian yang mengikat.

 


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>