- Profesi

Perbedaan Pekerja Keras Dengan Workaholic

Ada banyak tipe yang bisa kita dapati dari orang bekerja. Ada dari mereka yang bekerja dengan santai, bekerja dengan bersemangat, bekerja layaknya pion yang digerakkan, ada juga orang yang bekerja secara berlebihan sehingga disebut workaholic (candu kerja). Mungkin ada dari karyawan anda yang termasuk workaholic?

Tidak sedikit orang yang keliru dengan sebutan workaholic tersebut. Banyak yang menyamakan workaholic dengan pekerja keras. Namun, keduanya sangatlah berbeda. Ada yang bermakna negatif dan ada juga yang bermakna positif.

Perbedaan Pekerja Keras Dengan Workaholic

Jadi, seperti apa perbedaan dari kedua tipe pekerja tersebut. Mari kita ulas perbedaannya.

Efisiensi & Efektifitas

Dilihat dari kualitas kerja yang dihasilkan, keduanya akan menghasilkan pekerjaan yang baik, tapi kedua sangat berbeda dari kemampuan dalam melakukan efisiensi dan efektifitas waktu. Jika kedua tipe ini diberikan tugas yang harus diselesaikan dalam waktu 5 hari, seorang pekerja keras biasanya akan menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktu normal 8 jam perhari. Beda dengan workaholic yang akan mengerjakan tugas tersebut 17 jam perhari untuk menyelesaikannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa pekerja keras lebih dapat menyeimbangkan waktu kerja dengan kehidupan pribadinya.

Baca juga:

Perfeksionis

Mungkin anda akan berpikir bahwa seorang workaholic lebih perfeksionis dari pekerja kerjas. Memang workaholic mendedikasikan hidupnya hanya untuk bekerja, dengan karakter yang ambisius dan tidak menginginkan kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaannya, menjadikan mereka sangat detail.

Tetapi, bukan berarti pekerja keras menyelesaikan pekerjaannya asal-asalan. Pekerja keras tetap menyelesaikannya tugasnya dengan sempurna tapi tetap dalam koridor realistis. Pekerja keras menyadari tanggung jawab yang juga mereka ukur dengan kebutuhan pribadinya.

Sosialisasi

Bagi seorang workaholic, pekerjaan adalah prioritas utama mereka tidak ada yang lebih penting dari bekerja. Hal tersebut sering sekali membuat mereka kurang bersosialisasi dengan orang sekitar. Menurut pekerja keras orientasinya adalah pada menyelesaikan tugas kantor, jadi mereka tetap bisa menyisihkan waktu untuk keluarga dan teman untuk bersosialisasi.

Dari beberapa perbedaan diatas dapat disimpulkan bahwa workaholic dan pekerja keras berbeda. Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan anda dan motivasi kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.