Jangan Katakan 9 Hal Ini Saat Negosiasi Gaji
- Profesi

Jangan Katakan 9 Hal Ini Saat Negosiasi Gaji

Negosiasi gaji bisa jadi sesuatu yang kompleks. Ketika anda sudah sangat siap untuk membuat jadwal meeting dengan Boss anda untuk meminta kenaikan gaji, atau mungkin anda sudah pada akhir proses interview pekerjaan dan tawaran sudah didepan mata. Namun anda juga seperti kebanyakan karyawan lain yang sering melakukan kesalahan fatal saat negosiasi gaji berlangsung. Kita sering melakukan hal, berada di posisi sulit dan sering terjebak oleh penawaran Boss.

Tidak penting seberapa sering anda berlatih menghadapi situasi ini, terlalu berisiko jika anda sering menerka-nerka apa yang akan terjadi. Bahkan anda akan panik sendiri jadinya.

Untuk melatih anda dalam proses negosiasi gaji, kami kutip dari Josh Doody, Penulis buku “Fearless Salary Negotiation”.”Negosiasi gaji adalah sebuah kolaborasi, dan unsur utama kolaborasi yang berhasil adalah komunikasi yang baik” kata Doody.”Ini sangat penting memberi kejelasan dari apa yang anda komunikasikan untuk menghindari ketidakjelasan. Yang bisa memperumit masalah dan memperlambat proses negosiasi”.

Kami sudah merangkum kata-kata apa saja yang tidak boleh anda katakan saat negosiasi gaji, dan membuat peluang anda berada di posisi menang saat negosiasi gaji berlangsung tentunya berpotensi meningkatkan gaji yang anda inginkan. Bacalah secara seksama dan praktikan agar anda merasakan sensasinya:

1.”Saat Ini” seperti dalam “Saat ini saya sedang membuat/melakukan…”

Pertanyaan umum yang sering ditanyakan HRD saat interview seperti, “Jadi bagaimana dalam hal gaji, dan apa yang anda cari jika permohonan anda kami setujui?” Jangan tertipu.

Kami sebut ini “Pertanyaan gaji yang menakutkan” dan ini hal yang rumit karena ini selalu datang di awal proses interview, dan sebagian besar kandidat tidak menganggapnya sebagai bagian dari negosiasi gaji. Menjawab pertanyaan ini dengan menyebutkan nominal angka akan membuat situasi yang sulit saat negosiasi. Begitu mereka mengungkapkan nominal gaji yang diinginkan, penawaran yang mereka peroleh sangat mungkin terikat dengan angka-angka itu. Padahal perusahaan bisa memberikan gaji yang lebih besar lagi daripada yang kita ungkapan di awal tadi.

2. “Diinginkan” seperti dalam “Gaji yang saya inginkan adalah…”

Jangan ungkapkan gaji saat ini atau gaji yang anda inginkan! Ini bisa jadi kesalahan yang rumit dan unik. Tapi satu cara untuk memenangkan situasi ini yaitu menghilangkan angka-angka asil dengan memberikan manfaat kepada perusahaan.

3. “Maaf”

Negosiasi gaji adalah sesuatu yang tidak begitu nyaman, dan kecenderungan alami kita adalah mencoba memuluskan pembicaraan yang sulit. Mengucapkan “Maaf” bisa memberi sinyal kepada HR bahwa anda mungkin ingin mundur/kalah, dan itu bisa jadi sangat mahal. Jangan meminta maaf saat bernegosiasi.

4. “Tidak” dan kata negatif lainnya

Anda ingin terus meningkatkan posisi saat negosiasi dan anda menghindari bahasa negatif dan berfokus pada bahasa positif. Seperti “Tidak, ini tidak mungkin pantas untuk saya” anda bisa mengatakan “Saya akan lebih nyaman dengan…” kata negatif bisa menjadi dinding yang mempersulit negosiasi. Menggunakan kata positif memang sedikit sulit diawal, tapi anda akan lebih baik jika dipraktikan.

Baca Juga:

5. “Ya”

Meskipun ini mungkin terdengar seperti kata yang tepat untuk digunakan saat berbicara dengan HR. Ini sangat memungkinkan anda meragukan keunggulan anda pada situasi ini. Negosiasi berakhir ketika perusahaan mengatakan “Ya” kepada anda. Sekali mereka mengatakan “Ya” dan anda tidak bisa menanyakan sesuatu apapun lagi, saat itulah negosiasi berakhir.

6. “Nanti” seperti dalam “Saya setuju setelah saya memulai”

Si Penunda, inilah predikat untuk anda. Kadang lebih mudah untuk menghindari bagian negosiasi yang tidak nyaman dengan menunda bagian-bagian percakapan sampai setelah anda diterima. Itu bisa menjadi kesalahan fatal karena anda tidak akan menghadapi situasi yang serupa untuk bernegosiasi dan meningkatkan posisi anda. Dorong ketidak-nyamanan tersebut sebaik mungkin untuk hasil yang lebih baik.

7. “Coba” seperti dalam “Bisa kita coba…”

“Coba” adalah kata pasif yang meninggalkan banyak ruang gerak, yang tidak anda inginkan. Gunakan lebih banyak kata positif seperti “Saya lebih nyaman dengan …”

8. “Lebih” seperti dalam “Saya ingin lebih…”

Kata ini kelihatan lebih kontra-intuitif karena anda sedang bernegosiasi untuk mendapatkan lebih banyak, Ini adalah kata yang terlalu umum. Anda harus lebih spesifik.

Jangan tinggalkan kesan yang buruk saat negosiasi. Sebutkan keinginan anda dengan pasti.

9. “Mau”

Terakhir, kata “Mau”. Menggunakan kata ini dapat melemahkan argumen anda bahwa anda pantas dibayar lebih tinggi dan layak mendapatkan gaji yang lebih kompetitif. Gunakan fakta dan angka, buatlah kasus untuk meyakinkan.

APS HRD SYSTEM - SOFTWARE HR TERBAIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.