Share untuk berbagi kebermanfaatan
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Dalam ekonomi Pancasila yang berkonsepkan pada sosialisme. Maka diberlakukan sistem pemungutan pajak penghasilan, bagi siapa saja yang memang layak ditariki pajak penghasilan.
Pajak penghasilan bersifat wajib. Sebagai bagian dari instrumen penghasilan negara, untuk menambah kas negara sebanyak – banyaknya. Pajak penghasilan merupakan tanggungan dalam bentuk tunai yang ditetapkan kepada para pewajib pajak. Para pewajib pajak ini adalah orang yang sudah menikmati fasilitas publik secara utilitas.
Fasilitas publik yang dimaksud bisa dalam bentuk transportasi, kesehatan, instansi, atau fasilitas – fasilitas publik lain, yang memang berhubungan dengan pemanfaatan fasilitas publik secara komunal.

Siapa Saja yang Bisa Dikenai Pajak ?

Pada dasarnya semua orang bisa dikenai sebagai wajib pajak. Jika orang tersebut sudah berada dalam batas tertentu, batas yang harus ditetapkan sebagai wajib pajak.
Sebagai contoh pengendara sepeda motor. Ketika ia mempergunaan sepeda motor tersebut atas hak guna pribadi. Maka pemilik sepeda motor tersebut sudah bisa dikenai wajib pajak.
Begitu juga dengan pajak yang lain. Sebagai misal, ada orang yang secara sah mewarisi tanah, dari orang tuanya yang keduanya telah meninggal. Maka anak, sebagai pewaris utama, dari kepemilikan tanah tersebut wajib membayar pajak.
Wajib bajak memang ditentukan dari rentang umur. Menjadi obyek pajak, bisa ditetapkan jika orang tersebut, secara usia sudah sesuai dengan wajib pajak yang dibebani dirinya.

Apa Manfaat yang Didapat Jika Rutin Membayar Pajak ?

Akan ada banyak keuntungan yang didapat. Jika seseorang taat dalam membayar pajak. Salah satu keuntungannya, pembayaran pajak ini bisa meningkatkan pemasukan negara. Pemasukan negara dalam bentuk pajak akan didistribusikan kembali ke orang tersebut dalam bentuk perawatan fasilitas publik. Nilai utilitas dari pengembalian pajak berupa fasilitas publik baru. Kemajuan suatu negara, diukur dengan tinggi atau rendahnya penerimaan pajak negara. Semakin tinggi penerimaan pajaknya, maka semakin maju pula negaranya. Semakin rendah penerimaan pajaknya, maka semakin berkembang pula. Ada beberapa negara tertentu yang terkenal dengan penerimaan pajak super tinggi. Salah satunya pada negara – negara Skandinavia.

APS HRD SYSTEM - SOFTWARE HR & PAYROLL TERBAIK


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.