Etika Dan Tata Krama Dalam SMS Dan Chatting
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SMS dan Chatting merupakan salah satu sarana komunikasi yang efektif di era sekarang ini. Anda bisa menghubungi orang lain yang berada sangat jauh dengan biaya yang murah akibat adanya SMS dan Chatting. Namun sayangnya banyak sekali orang yang salah dalam berkomunikasi melalui SMS dan Chatting. Masih banyak ditemukan orang yang mengirim pesan tanpa melihat kondisi dan sama siapa dia akan memberikan pesan. Padahal seharusnya semua orang harus tau jika dalam mengirim pesan melalui SMS dan chatting ini memiliki etika dan tata krama sendiri.

Maka dari itu, pada artikel kali ini kami akan membahas apa saja etika dan tata krama yang harus dipatuhi saat mengirim SMS dan Chatting. Mari kita simak bersama-sama lanjutan dari artikel ini.

Cara beretika dan bertata krama mengirim chat pada senior (Guru, Dosen, Atasan)

Sebagai salah satu contoh, banyak sekali dosen yang mengelu dan merasa tidak senang dengan cara mahasiswanya menghubungi mereka saat via SMS dan chatting. Beberapa alasan dari keluhan para dosen ini adalah isi SMS mereka tidak enak dibaca, mengirim pesan di waktu yang salah dan lain-lain.

Dimulai dengan sapaan yang sopan

Dalam mengirim pesan pada guru, dosen ataupun atasan, seharusnya dimulai dengan kalimat sapaan yang sopan. Kebanyakan dari kita lupa untuk mengirim sapaan yang sopan kepada mereka dengan alsan  guru, dosen ataupun atasan terlihat sangat ramah, gaul dan telah sangat dekat dengan kita. Sebaiknya dari sekarang anda harus merubah sikap itu dan cobalah untuk memberi ucapan sapaan yang sopan.

Contoh sapaan yang sopan :

  • Selamat sore Pak Darma
  • Assalamualaim Bu henny
  • Dll

Contoh sapaan yang tidak sopan ”

  • Pagi pak bro
  • Pak oh pak
  • Hallo ibu dosen ku
  • Dll

Merperkenalkan diri anda

Anda jangan terlalu merasa dikenal oleh guru, dosen ataupun atasan. Mereka memiliki banyak sekali mahasiswa ataupun bawahan, sehingga belum tentu mereka mengenali anda apalagi nomor handphone anda. Dan satu hal yang tetap anda perhatikan adalah pastikan cara anda memperkenalkan juga tetap dalam tata bahasa yang sopan

Contoh cara memperkenalkan diri yang sopan :

  • Selamat sore Pak Pahri, Saya nanda staff marketing yang baru masuk ke perusahaan bapak kemarin
  • Assalamualaikum Bu Herni, saya Ridho mahasiswa bimbingan ibu.
  • Dll

Menjelaskan maksud dan tujuan anda

Setelah anda mendahului dengan kalimat sapaan dan perkenalan diri yang sopan, selanjutnya anda baru masuk pada bagian maksud dan tujuan anda di dalam pesan itu. Sebaiknya dalam menjelaskan maksud dan tujuan harus dibuat dengan kata-kata yang jelas dan tidak bertele-tele. Pastikan isi pesan anda ini tidak menggambarkan seakan-akan anda berkata dengan cara yang memerintah. Jika dalam pesan tersebut anda mengajak untuk bertemu, usahakan anda menanyakan jam dan tempat yang dapat dijanjikan.

Contoh membuat maksud dan tujuan yang baik dan benar

  • “Asallamualaikum Pak Joko, saya putri mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat yang kelasnya baru saja bapak masuki tadi pagi. Begini pak, saya ingin sekali bapak menyempatkan waktu buat saya untuk berdiskusi atas tawaran penelitian yang bapak sampaikan di kelas tadi. Jika di perbolehkan, kira-kira bapak bisanya kapan ya pak ?”

Akhiri pesan dengan ucapan terimakasih

Dan jangan lupa untuk mengucapkan terimaksih pada akhir pesan. walaupun nampaknya sepele, namun ucapan terimakasih menandakan anda sangat menghargai si penerima pesan.

Contoh :

Selamat sore Pak Heru, Saya edo mahasiswa jurusan TI stambuk 2009. Jika bapak berkenan, bisakah bapak memberi sedikit waktu berdiskusi untuk membahas tentang proyek karya ilmiah tadi pak.  Kalau bapak mengizinkan, kira-kira kapan dan di mana ya yang bapak bisa ?
Atas perhatiannya telah membaca pesan ini, saya mengucapkan terimakasih sebesar – besarnya kepada Bapak.

Perhatikan Tanda Baca

Anda harus mengecek kembali sebelum mengirim pesan tersebut, apakah ada tanda bahasa atau kata-kata yang salah dalam penulisannya. Ingat jika salah tanda baca ataupun penulisan kata-kata bisa menghasilkan salah makna pula. Jangan sampai tujuan pesan anda yang baik, malah dianggap tidak baik karena si penerima salah memaknai isi pesan anda dan itu semua diakibatkan oleh kesalahan tanda baca.

Baca juga :

Etika dan tata krama ini juga dapat di peraktekan dalam mengirim pesan melalui media lainnya. Intinya jika anda mengirim pesan kepada orang yang jabatannya lebih tinggi ataupun orang yang terhubung dengan anda karena adanya hubungan professional, maka sebaiknya anda jangan mengirim pesan dengan cara tidak benar dan tidak ada tata krama. Tunjukan jika anda adalah seorang yang baik dan berkualitas. Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat.


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>