5 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Oleh Menejer Baru
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tidak jarang terjadi beberapa kasus dimana seorang karyawan yang masih minim pengalaman, baru beberapa bulan menjabat mendapat promosi jabatan ke posisi supervisor atau manajer. Meskipun perusahaan memberikan training secara intensif, tetap saja pengalaman, seluk beluk perusahaan, dan skill yang dimilikinya masih belum sebanding meskipun telah melakukan training secara intensif. Tentu saja dengan begitu akan mengakibatkan sering munculnya kesalahan yang diakibatkan kurangnya pengalaman. Beberapa diantara kesalahan tersebut bahkan bersifat sangat fatal bagi perusahaan. Jika anda adalah manajer baru, perhatikan daftar kesalahan berikut ini agar anda dapat mencegahnya.

Terlalu gegabah

Tidak jarang manajer baru merasa jika harus merubah semua hal yang sudah ada sebelumnya. Mereka berusaha untuk memaksakan ide-ide yang mereka miliki kepada setiap kebijakan, prosedur dan peraturan. Mereka akan bertindak buruk dan suka untuk memerintah rekan kerja agar menyelesaikan tugas penting,  jadwal dan hal lainnya. Selain itu mereka juga ingin membentuk tim sendiri secepatnya. Tentu tindakan yang telalu gegabah akan merugikan perusahaan karena tindakan yang dibuatnya tidak memikirkan dampak besar didalamnya.

Lambat dalam bertindak

Manajer baru terkadang terlalu bertindak lambat dengan berbagai alasan yang beragam. Misalnya beralasan jika dahulu mereka mengerjakannya dengan cara seperti itu, tentu saja dengan begitu akan menunjukkan jika manajer baru tersebut tidak mempunyai pengalaman dalam memanajemen dan mengerti lingkungan kerja yang ada didalam perusahaan tersebut. Terkadang mereka akan beralasan utnuk menunggu beberapa waktu untuk mempelajari bagaimana cara organisasi didalam kantor tersebut.

Tidak bisa menilai dengan baik

Manajer bertugas untuk melakukan penilaian terhadap situasi organisasi, ekspektasi yang diberikan oleh senior management, dan kelebihan serta kelemahan departemen dan setiap karyawannya. Contohnya, manajer bertanggung jawab terhadap penyelesaian masalah yang spesifik, dan tentu saja jika diabaikan akan berakibat fatal. Kesalahan besar jika Anda tidak menemui setiap subdepartemen secara personal untuk mengenal mereka lebih jauh, mengetahui kelebihan dan kekuatan mereka, dan hanya dengan mendapatkan input yang kurang lebih sama bisa dibilang merupakan kesalahan dari manajer.

Terlalu fokus kepada kekurangan yang ada

Menyelesaikan masalah utama mungkin menjadi prioritas nomor satu bagi seorang manajer. Namun penyelesaian masalah akan gagal jika manajer hanya berfokus kepada kekurangan saja dan bukan berfokus kepada kelebihan. Jika Anda tidak bisa mengukur kelebihan mereka secara objektif, kemudian tanyakan satu-satu kepada mereka mengenai kelebihan yang mereka punyai. Tanyakan dengan cara apa mereka dapat berkontribusi yang terbaik.

Takut memecat

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh manajer baru adalah takut untuk memecat karyawan yang bermasalah. Contohnya ketika ada permasalahan atau kesalahan yang diciptakan oleh manajer sebelumnya yang harus anda selesaikan. Tentu anda harus mengetahui kapan harus mengambil keputusan yang tepat kepada karyawan yang tidak memiliki performa baik sesuai dengan keinginan perusahaan. Tentu saja anda harus segera mengambil keputusan yang tepat agar tindakan yang anda lakukan dapat menyelamatkan perusahaan.

Sumber: jobs.id

APS HRD SYSTEM - SOFTWARE HR TERBAIK


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.