5 Kesalahan dalam Menulis Email dan Cara Memperbaikinya
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pastinya anda pernah mengalami sebuah moment di mana anda sedang sibuk dengan suatu pekerjaan, namun di saat yang bersama juga harus mengirim email penting ke klient anda. Sangkin sibuknya, anda langsung saja mengirim pesan email tersebut pada klient anda, tanpa anda periksa dahulu.

Setelah kesibukan anda usai, anda mulai duduk sejenak sambil memeriksa email. Alangkah kagetnya anda saat mengetahui bawah anda telah salah menuliskan nama klient di dalam email. Entah apa yang ada di dalam pikiran anda sekarang, bingung di tambah rasa malu pasti menyelimuti pikiran anda. Namun anda jangan terburu-buru melakukan tindakan yang ceroboh , untuk menanggapi hal seperti ini. Anda dapat membaca artikel ini untuk dapat menanganinya. Karena untuk tiap jenis kesalahan dalam email, maka membutuhkan cara meminta maaf yang berbeda pula.

Baca juga : Peran Penting Media Sosial Dalam Perjalanan Karir Anda

Auto–correct Membuat anda menuliskan kata yang salah

Auto-correct membantu pengguna untuk memprediksi kata, sehingga tidak harus mengetikan semua huruf. Namun tidak selamanya fitur ini dapat membantu anda, justru terkadang auto-correct menjadi salah satu biang masalah dalam komunikasi. Auto-correct sering kali memberikan kata yang maknanya berbeda, sehingga membuat sebuah kalimat menjadi berbeda arti. Jika auto-correct dan emot icon telah terkirim melalui email yang memalukan anda, jangan dahulu panik. Anda cukup memberikan email balasan untuk meminta maaf dan memberitahukan kepada penerima email bahwa anda tadi sedang terburu-buru, sementara gadget anda menggunakan fitur auto-corect.

Sering kali anda salah menuliskan nama seseorang

Untuk kondisi ini, semakin cepat anda mengetahuinya maka semakin besar pula peluang untuk mengatasinya. Sebelum penerima email berfikir negatif kepada anda, sesegera mungkin anda mengirim email permohonan minta maaf kepadanya. Anda harus mampu meyakinkan dia, bahwa kesalahan yang terjadi saat ini bisa saja menimpa orang lain. Sehingga penerima email dapat memakluminya.

Baca juga : 4 Jenis Biaya yang Harus Anda Simpan Untuk Hidup Bahagia

Mengirim Emot icon kepada Boss Anda

Hubungan anda dengan boss anda, terjalin karena adanya ikatan profesionalitas, sehingga dalam komunikasipun harus formal. Sering kali anda terbawa susasa sehingga tanpa di sadari mengirim email dengan emot icon yang tidak menggambarkan professionalitas.  Jika telah terlanjur, pastikan anda mengucapkan permohonan maaf secara profesional, walaupun pada akhirnya bos akan mengirim emot icon juga sebagai balasannya.

‘Reply All‘ membuat semua orang mendapatkan pesan email anda

Saat anda ingin memilih daftar kontak yang akan menerima email, tanpa anda sadari anda memilih bagian “Reply All”. Hal ini menyebabkan email anda akan terkirim ke semua daftar kontak yang ada pada email anda. Email tidak penting yang anda kirim ke semua orang pastinya akan sangat mengganggu orang lain. Dan solusi terbaik adalah menggunakan ulang fitur “Replay All” untuk mengirim permohonan maaf atas tindakan cerobo anda.

Jika Anda Salah Mengirim Email

Sebenarnya anda sedang curhat kepada sahabat anda melalui email. Anda sedang menceritakan betapa menyebalkannya boss anda. Karena kurangnya konsentrasi, email yang harusnya anda kirim pada sahabat anda, justru anda kirim kepada boss anda sendiri. Mungkin saat itu juga, jantung anda seperti berhenti berdetak. Ya apa boleh buat, boss anda akhirnya mengetahui apa yang anda pikirkan tentang dia. Di saat ini anda harus menemui boss anda dan meminta maaf kepadamya dengan sejujur mungkin. Ini juga momentum anda untuk menyampaikan unek-unek yang tidak anda sukai kepada bos anda.

Baca juga : Punya Usaha Sampingan ? Perhatikan 5 Etika Bisnis Ini


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>