Pertanyaan Yang Cocok Untuk Calon Karyawan Millennial ketika Wawancara
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Anda dapat melihat, jika dunia kerja sudah mulai dikuasi oleh kaum generasi millennial. Generasi ini memiliki karakter yang sangat jauh dari pada generasi sebelumnnya. Namun mau tidak mau perusahaan harus merekut mereka, karena memang ini adalah zaman dimana masyarakat usia produktif mulai dikuasai generasi millennial.

Maka dari itu, anda sebagai HR harus mampu mengetahui bagaimana cara mendapatkan karyawan terbaik dari generasi millennial ini. Anda harus paham jika proses untuk mendapatkan karyawan terbaik di era generasi millennial tidaklah sama dengan generasi terdahulu. Contohnya saja dalam proses wawancara rekrutmen karyawan baru, pertanyaan yang seharusnya anda berikan sudahlah tak sama dengan pertanyaan untuk mendapatkan karyawan terbaik generasi sebelumnya.

Untuk itu disini kami akan memberikan ada daftar pertanyaan yang cocok diberikan kepada calon karyawan millennial saat wawancara.

Baca juga : 4 Manfaat Paid Vacation Bagi Karyawan Yang Harus Diketahui

1. Manakah yang anda senangi, bekerja di rumah, di kantor biasa, atau kantor yang memiliki konsep terbuka ?

Dengan pertanyaan tersebut anda dapat melihat bagaimana cara kandidat bekerja, karena setiap pilihan tempat kerja tersebut memiliki karakter dan gaya bekerja yang berbeda-beda. Ketika kandidat telah memilih tempat kerja yang di sukainya, maka anda dapat menentukan apakah kandidat cocok untuk bekerja di perusahaan anda ataupun apakah perusahaan anda harus menyesuaikan keinginannya. Karena ini sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja kandidat tersebut, jika nantinya diterima.

2. Tanyakan pada kandidat, tentang metode pemberikan saran dan kritik yang baik menurutnya ?

Karena mereka telah berada pada generasi yang berbeda dengan kita, terkadang cara yang biasa kita lakukan untuk memberikan saran dan kritikan positif justru tidak dapat diterima oleh generasi millennial. Maka dari itu, anda bisa menanyakan bagaimana cara memberikan masukan dan kritikan positif versinya. Dengan begitu, baik perusahaan dan kandidat, dapat menyesuikan budaya kerja untuk kedepannya.

Baca juga : Apa Manfaat Menyediakan Makan Siang Bagi Karyawan ?

aps hrd system - software hr terbaik3.Mintalah kandidat tersebut untuk menceritakan proyek besar yang pernah di kerjakan selama ini.

Mintalah kepada calon karyawan generasi millennial ini, untuk menceritakan tentang projek terbesar yang pernah dia lakukan. Tanyakan juga apa keterlibatannya dalam projek tersebut, anda juga bisa menanyakan berapa lama dan bagaimana iya menyelesaikan projek itu.

Dari cerita tersebut, anda dapat mengetahui bagaimana gaya kepemimpinannya dan cara bekerja tim dengan baik. Anda juga dapat mengetahui tentang apakah kandidat cocok untuk tugas-tugas jangka pendek ataupun jangka panjang.

4. Tanyakan pada kandidat, lebih memilih menjadi penemu atau pemimpin?

Pertanyaan tersebut bukan akan menghasilkan benar dan salah, pertanyaan ini sebenarnya untuk mengetahui bagaimana passion dari pada kandidat. Ketika kandidat lebih memilih menjadi penemu, maka dia memiliki passionĀ  untuk menemukan cara-cara baru ataupun mencari solusi terhadap permasalahan yang ada dalam perusahaan. Dan ketika kandidat lebih memilih menjadi seorang pemimpin, maka ia lebih menyukai untuk mengatur strategi dalam mencapai visi kerja.

Baca juga : Mudahnya Monitoring Pekerja Lapangan Dengan Aplikasi BOSS

5. Anda juga bisa memberikan mereka 2 pilihan, antara mau bergabung pada sebuah tim kecil dengan anggaran dan aturan yang lebih fleksible atau memilih bergabung pada tim besar dengan anggaran besar, namun memiliki regulasi kerja yang ketat.

Pilihan yang di ambil kandidat akan memperlihatkan apakah dia termasuk orang yang berani mengambil resiko atau hanya akan bekerja sesuai aturan yang berlaku saja. Ketika kandidat tersebut berani mengambil resiko dan memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi, maka pasti akan mengambil pilihan yang pertama.

6. Mintalah untuk kandidat menceritakan pengelamannya saat terpuruk.

Ketika anda meminta kandidat untuk menceritakan kejadiaan saat iya terpuruk dalam masalah, anda akan menemukan banyak hal dalam dirinya. salah satunya adalah anda dapat mengetahui bagaimana kandidat dapat memotivasi diri untuk bangkit dari keterpurukan. Disini anda juga dapat melihat apakah kandidat cocok berada dalam organisasi perusahaan.

Pertanyaan ini juga mampu menyaring dan mengetahui manakah kandidat yang memiliki sikap optimisme tinggi. Kita tau bahwa sikap optimisme dan pantang menyerah merupakan salah satu yang dibutuhkan untuk mampu meraih sebuah mimpi besar.

Baca juga : 3 Langkah Mudah Menemukan Bakat Terpendam Pelamar

7. Tanyakan juga apa yang kandidat lakukan, ketika sedang ingin mengangkat telepon penting dari klien dan tiba-tiba pimpinannya lewat.

Disini kandidat akan memiliki 2 opsi jawaban utama, yaitu mengangkat telepon atau menyapa pimpinan. Dari masalah diatas, anda juga dapat melihat bagaimana cara kandidat memprioritaskan sesuatu hal. Karena terkadang kita tidak mampu untuk mengerjakan 2 hal sekaligus dalam prioritas yang sama.

8. Coba tanyakan pada mereka mengenai “kegagalan”?

Anda bisa menanyakan banyak hal tentang kegagalan, bisa tentang pengalaman pribadi atau makna kegagalan versi kandidat. Sehingga anda memahami bagaimana cara kandidat memandang arti kegagalan, dan kandidat yang baik akan selalu mengaggap kegagalan adalah ilmu yang sangat berharga.

Baca juga : 4 Alasan Kenapa Perusahaan Anda Membutuhkan HRIS

Nah itulah beberapa dari sekian banyak daftar pertanyaan dalam wawancara yang bisa anda berikan pada kandidat pelamar kerja dari generasi millennial. Harapan kami dengan adanya daftar ini, anda lebih memahami cara mendapatkan karyawan terbaik dari para generasi millennial. Terimakasih

Aplikasi Absensi BOSS Attendance System


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>