- HRD

Pahami Risiko Karyawan Work From Home Beserta Solusi

Himbauan work from home yang pemerintah canangkan kepada perusahaan untuk mengantisipasi penyebaran dan penularan COVID-19. Walaupun awalnya cukup sulit untuk menyesuaikan dengan sistem kerja konvensional.

Tidak hanya bertujuan untuk menekan penyebaran COVID-19, #WFH juga dinilai dapat menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari. Work from home sangat membantu memberi keseimbangan kehidupan kerja karyawan, sambil tetap menjaga produktivitas perusahaan.

Perusahaan harus dapat beradaptasi atas perubahan sistem ini, yang tentunya akan menjadi tantangan karena harus memastikan karyawan tepat produktif.

Tetapi perusahaan yang menjalankan WFH bukan tanpa resiko. Berikut ini risiko yang akan perusahaan akan hadapi dan juga solusinya.

Pengawasan Karyawan Yang Cukup Sulit

Bekerja di rumah dengan di kantor sangat berbeda terutama hal yang menyangkut pengawasan kerja. HRD tidak dapat secara langsung mengawasi pekerjaan karyawan di rumah.

Masalah ini bisa diantisipasi dengan menggunakan aplikasi absensi online yang memudahkan perusahaan mengawasi pekerjaan karyawan. Bosspintar merupakan aplikasi terbaik yang dapat memantau setiap pekerjaan karyawan melalui sistem. Dengan berbasis Android and iOS yang terhubung dengan smartphone karyawan setiap pekerjaan karyawan dapat diserahkan tepat waktu.

Baca Juga:

Menurunnya Produktivitas dan Reliabilitas

Pemberlakuan work from home akan berdampak buruk pada berkurangnya produktivitas karyawan. Hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan langsung. Diperlukan kepercayaan dan integritas yang cukup baik agar terhindar dari resiko yang lebih besar lagi nantinya.

Solusinya adalah menggunakan time tracking yang harus dipakai oleh setiap karyawan. Mereka wajib menyelesaikan setiap task yang diberikan sesuai waktu yang telah ditentukan. Aplikasi Bosspintar telah dilengkapi dengan fitur task dan reminder yang akan meningkatkan produktivtas karyawan.

Komunikasi Yang Terhambat

Salah satu kendala work from home yang akan dihadapi oleh perusahaan adalah lack of communication. Komunikasi yang terhambat akan membuat setiap pekerjaan terbengkalai.

Untuk menghindari masalah ini perusahaan bisa menggunakan aplikasi atau layanan video conference seperti zoom, google meeting, skype atau yang lainnya. Alur komunikasi dan informasi harus tetap berjalan seusai kebutuhan bisnis agar perusahaan tetap produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.