Metode Penilaian Kinerja Produktivitas Karyawan Paling Akurat
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sebuah perusahaan tidak mungkin dapat berjalan dengan lancar, jika para karyawannya tidak bekerja secara optimal. Karena pentingnya dampak kinerja karyawan kepada kemajuan perusahaan, maka tim manajemen HR harus memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan produktifitas karyawannya. Salah sata cara yang dapat dilakukan manajemen HR dalam menjaga produktivtas karyawan adalah dengan menerapkan sistem penilaian dan evaluasi kinerja secara rutin.

Masih sedikit yang memahami tentang betapa besarnya dampak dari penilaian dan evaluasi kinerja dalam meningkatkan kinerja karyawan pada perusahaan. Proses penilaian kinerja karyawan secara rutin telah terbukti menjadi cara terbaik untuk memberikan masukkan terhadap segala masalah yang didapatkan karyawan dan perusahaan.

Untuk memberikan penilaian dan evaluasi kerja karyawan tidak dapat dilakukan secara asal-asalan atau perkiraan saja. Tim manajemen HR harus mengetahui metode apa saja yang tepat untuk diimplementasikan saat proses penilaian dan evaluasi kerja karyawan. Memilih metode yang tepat dari sekian banyak metode dilakukan agar tim manejemen HR dapat menghasilkan report yang optimal dan tepat sasaran. Lalu apa metode yang paling cocok digunakan dan dijalankan dalam penilaian karyawan saat ini ?

Berikut ini adalah metode penilaian terbaik paling akurat, untuk pengukuran produktivitas karyawan dalam bekerja  yang harus anda atau Tim HR ketahui. Mari simak penjelasan berikut ini.

1. Metode feedback 360 derajat

Metode ini sedang populer beberapa tahun belakangan ini, banyak sekali perusahaan startup yang menerapkan metode feedback 360 derajat. Selain startup, perusahaan-perusahaan besar juga telah menggunakan medote ini. Metode ini digemari banyak manajemen HR karena memungkinkan siapa saja dalam beragam posisi, baik CEO, manajer, rekan kerja bahkan bawahan untuk menilai dan mengevaluasi karyawan.

Dengan metode ini dapat mengetahui bagaimana kinerja karyawan dari beragam sudut pandang, maka dari itu metode ini disebut dengan feedback 360 derajat. Hasil penilaian dan evaluasi dengan metode ini dianggap lebih akurat dan sesuai dengan realita dalam keseharian saat bekerja. Hasil dari evaluasi menggunakan metode ini akan mendapatkan sebuah analisa bersama dan masukkan bersama untuk membuat sang karyawan lebih produktif lagi dalam bekerja.

2. Metode evaluasi kebiasaan karyawan memanfaatkan waktunya

Metode ini adalah metode tambahan yang dapat dilakukan untuk menghasilkan nasihat atau arahan kepada karyawan melalui penilaian dan evaluasi. Jika pada metode feedback 360 derajat HR lebih mendengar penilaian dari orang lain, pada metode ini lebih fokus menilai langsung kinerja karyawan melalui apa yang dikerjakan dalam memanfaatkan waktunya.

Dengan mengamati aktifitas kesaharian karyawan, maka tim HR dapat mengetahui produktivitas karyawan dalam memanfaatkan waktu kerjanya. Dari sini bisa tampak apakah karyawan menghabiskan waktu untuk mengerjakan tugasnya atau hal lain yang tidak berkaitan dengan pekerjaanya. Dengan metode ini anda juga tau bagaimana cara karyawan menyelesaikan tugas pekerjaanya. Sehingga jika karyawan tidak tepat cara mengerjakan tugasnya, tim HR dapat memberi solusi yang lebih baik. Baca juga : Cara Ampuh Mengatasi Absen Karyawan Yang Berlebihan

Tapi seperti yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya, jika metode ini adalah metode pelengkap atau metode tambahan dalam proses penilaian dan evaluasi kerja karyawan. Sehingga metode ini tetap harus dipadukan dengan metode lain seperti metode 360 derajat yang dapat menjadi metode inti penilaian dan evaluasi kinerja karyawan.

3. Metode evaluasi berdasarkan target yang telah dicapai

Dan terakhir ini merupakan metode klasik yang telah ada sudah sejak lama. metode ini menggunakan target pencapaian sebagai key performance indicators (KPI). Metode ini fokus pada pencapaian target yang harus didapatkan karyawan, sehingga dalam penilaian ini hanya menghasilkan 2 kriteria inti yaitu berhasil atau tidak. Evaluasi dengan metode ini dilakukan secara berkala dengan beragam rentang waktu, seperti perbulan. persemester, pertahun dan masih banyak lagi. Rentang waktu biasanya tergantung kebijakan perusahaan dan apa pekerjaan yang dilakukan karyawan.

Baca juga :

Metode ini dianggap akurat dalam melihat produktifitas karyawan. Karena semua penilaian didapatkan dari angka dan data, bukan lagi persepsi dari setiap sudut pandang orang yang ada. Namun dengan begitu metode ini juga memiliki celah kekurangan yaitu terlalu kaku dalam menilai dan tidak melihat kontribusi lain karyawan. Bisa saja walaupun karyawan tidak begitu baik dalam pencapaian target, namun memiliki kontribusi yang besar dalam membesarkan perusahaan di luar tugas utamanya, Maka dari itu, metode ini harus dikombinasi dengan metode lain.


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>