Memahami Perbedaan Headhunter, Rekruters dan Sourcers
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sering kali kita menyamakan antara profesi headhunter, rekruters dan sourcers, padahal mereka memiliki tugas yang berbeda. Walaupun sama-sama menangani masalah rekrutmen karyawan baru, anda harus tau bahwa headhunter, rekruters dan sourcers memiliki fungsinya masing-masing. Maka dari itu di sini kami akan memberikan anda penjelasan secara detai tentang 3 profesi tersebut agar lebih memahami.

Pengertian Headhunter

Headhunter adalah Seseorang yang memiliki tugas untuk mendapatkan calon karyawan dengan kriteria yang sudah di tentukan sebelumnya. Headhunter biasanya di gunakan untuk mendapatkan karyawan yang telah berpengalaman dan memiliki kamampuan yang jarang di miliki karyawan lain pada umumnya.

Headhunter memiliki 3 tipe dalam bekerja yaitu:

  • Headhunter yang memang telah direkrut perusahaan tertentu sebagai karyawan fulltime.
  • Headhunter yang bekerja di agency penyedia sumber daya manusia berkualitas
  • Headhunter yang bekerja secara sendiri sebagai konsultant di banyak perusahaan.

Dalam mencari karyawan berkualitas, headhunter tidak menggunakan sistem membuka lowongan pekerjaan. Mereka mencari melalui jaringan networking ataupun screening di sosial media seperti linkedIn. Selain itu biasanya headhunter juga berusaha mnegatahui karyawan berkualitas dari sebuah perusahaan, kemudian di ajak bernegosiasi agar mau bekerja di perusahaan kliennya. Untuk menjadi headhunter, anda perlu memiliki skill komunikasi yang baik dan networking yang luas, selain itu kemampuan analisasi kualitas SDM juga diperlukan demi memastikan calon karyawan yang di dapatkan benar-benar berkualitas.

Pengertian Rekruters

Rekruter adalah sesorang yang bertugas merekrut calon karyawan untuk posisi dan jabatan yang sedang di cari perusahaan. Rekruters akan mempublikasikan lowongan pekerjaan agar para pencari kerja mau melamar di perusahaan, dan kemudian di lakukan proses seleksi berkas dan wawancara. Rekruters biasanya berasal dari bagian divisi HR perusahaan, namun dapat juga dari agency penyedia sumber daya manusia.

Perbedaan anatara seorang headhunter dengan rekruters dapat di lihat dari cara mereka merekrut karyawan baru. Jika headhunters akan menawarkan pekerjaan yang di butuhkan, hanya kepada orang yang dianggap cocok untuk menampatinya tanpa ada proses seleksi lagi. Sementara rekruiters lebih untuk mencari sebanyak-banyak calon yang melamar pekerjaan di posisi tertentu kemudian baru di lakukan proses screening, wawancara dan lain-lain. Dan sakarang mulai banyak rekruiters yang menggunakan proses screening system untuk menilai calon karyawan baru.

Pengertian Sourcers

Sourcers adalah seseorang yang bertugas untuk mencari daftar orang-orang untuk di tempatkan pada posisi yang sedang di butuhkan perusahaan. Sourcers sendiri sebenarnya hampir sama seperti headhunter, bedanya sourchers hanya mengumpulkan data calon kandidat yang dianggap cocok untuk menempati posisi yang di perlukan. Setelah seorang sourcers mendapatkan data calon karyawan, maka tugas dirinya telah selesai dan akan diambil alih oleh perusahaan atau bagian lain.

Kebanyakan sourcer bekerja secara mandiri dan dapat memberikan data hasil kerjanya kepada perusahaan yang ingin jadi kliennya. Profesi ini memang sangat jarang diketahui, bahkan bisa saja jika anda tiba-tiba di hubungi untuk wawancara tanpa pernah melamar, bisa jadi itu merukan hasil dari pekerjaan para source yang memberikan data anda ke perusahaan.

 

Baca juga : 5 Hal Yang Dilihat Perekrut Dari LinkedIn Anda

 

Image by : http://thetalenthive.co.nz


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>