Masalah yang Muncul Jika HR Perusahaan Tidak Efektif
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Divisi Human Resources (HR) memiliki tanggung jawab besar terhadap sumber daya manusia didalam perusahaan. Perusahaan sangat bergantung kepada divisi HR untuk membuat karyawan berada pada performa terbaiknya. Jika ada karyawan yang bermasalah maka HR yang bertanggung jawab, jika ingin merekrut karyawan baru maka HR yang bertugas dan semua hubungan antara perusahaan ke karyawa akan diwakilkan divisi HR. Namun bagaimana jadinya jika divisi HR tidak bekerja dengan baik dan penuh masalah ?

Nah kali ini kami akan memberikan sedikit dampak yang akan terjadi jika divisi HR bermasalah

Produktivitas Perusahaan Menurun

Saat divisi HR bermasalah dan pada akhirnya tidak dapat menjalankan tugas dengan baik, maka karyawan atau sumber daya manusia yang ada pada perusahaan tidak akan mampu bekerja dengan baik. Hal ini terjadi karena tidak ada proses evaluasi ataupun arahan dari divisi HR yang sibuk mengurusi masalah internalnya. Tentunya dengan tidak ada kontrol yang baik dari HR pada karyawan, akan mengakibatkan produktivitas perusahaan menurun. Divisi HR seharusnya orang yang paling mengetahui bagaimana kondisi karyawan, merekalah yang mengetahui apqkah job description dari pekerjaan karyawan sudah tepat atau belum. Jika karyawan tidak dalam performa baik maka HR lah yang meracik strategi untuk melatihnya.

Baca juga: Ini Manfaat Penyusunan Job Description bagi Perusahaan

Penambahan Karyawan Baru yang Tidak Perlu

APS HRD SYSTEM - Software HR terbaikJika perusahaan tidak memiliki divisi HR yang mampu bekerja secara maksimal, maka akan menimbulkan efek-efek lainnya yang muncul seperti efek domino. Misalkan jika terjadi penurunan kinerja karyawan yang mengakibatkan produktifitas perusahaan juga menurun dan divisi HR bekerja kurang baik, Maka nantinya mereka akan terlalu gegabah  dengan membuat perekrutan karyawan baru. Perekrutan ini berdalih agar semakin banyak sumber daya manusia yang dapat di pekerjakan untuk meningkatkan produktifitas perusahaan.

Namun sangat disayangkan ternyata kebijakan untuk melakukan perekrutan karyawan baru tidak terlalu berdampak pada peningkatan produktivitas perusahaan, justru hanya membuat pengeluaran perusahaan membengkak. Padahal jika divisi HR dapat lebih jelih melihat potensi yang ada pada karyawannya, maka tidak perlu ada lagi rekrutment baru. Mereka hanya harus memaksimalkan potensi karyawan agar dapat memberi kontribusi lebih baik lagi dan pada akhirnya produktivitas perusahaanpun meningkat.

Semangat Karyawan yang Menurun

Terkadang adakalahnya karyawan merasa sangat bosan dalam bekerja atau saat karyawan melakukan kesalahan mereka begitu terpukul dan tidak mampu bersemangat lagi dalam bekerja. Karena divisi HR yang kurang memahami jika karyawan sedang menunggu supportnya, menunggu bentuk apresiasi terhadap apa yang telah mereka kerjakan, maka samakin hari bekerja diperusahaan tersebut akan semakin membosankan. Hingga pada akhirnya karyawan tidak lagi memiliki semangat untuk bekerja dan semua tugas akan dilakukan dengan setengah hati.

Karyawan Berusaha Mengundurkan Diri

Kini dengan kondisi perusahaan yang sudah tidak lagi nyaman untuk bekerja, membuat para karyawan semakin penat dan stres dalam melaksanakan tugasnya. Disaat seperti ini sebenarnya sangat penting adanya divisi HR, merekalah seharusnya yang lebih paham bagaimana menjadikan perusahaan lebih nyaman. Dengan begitu karyawan akan mampu kembali pada performa terbaiknya.

Namun ketika divisi HR tidak mampu memahami kondisi lingkungan kerja dan keadaan para karyawan, maka bersiaplah perusahaan mendapatkan mimpi buruk. Saat ini karyawan merasa sangat penat, dengan tingkat pekerjaan yang tinggi tanpa ada apresiasi yang datang dari perusahaan, parahnya lagi kesejahteraan karyawan juga tidak diperhatikan maka ini akan menjadi titik kesabaran mereka. Dengan kontribusi mereka sudah tidak diperhatikan maka mereka terpaksa untuk mengambil opsi terakhir yaitu mengundurkan diri, bahkan karyawan terbaik anda selama ini juga mengundurkan diri. Ini pasti akan menjadi kerugian besar bagi perusahaan.

Baca juga: Inilah Cara Menjaga Agar Karyawan Terbaik Tidak Resign

Pembengkakan Biaya HR

Dan terakhir ini adalah masalah terbesar yang pastinya akan didapat oleh perusahaan, jika memiliki divisi HR yang kurang baik. Dengan banyaknya masalah yang terjadi dari kurangnya efektif divisi HR, pada akhirnya akan berimbas pada keuangan perusahaan. Akan terjadi pembengkakan biaya pengeluaran perusahaan, namun tidak sebanding dengan hasilnya dan justru produktifitas perusahaan yang menurun. Pembengkakan ini terjadi karena perusahaan harus merekrut karyawan baru yang sebenarnya tidak perlu, biaya trainning, dll

Baca juga: Ini Penyebab Pengeluaran Divisi HR Membengkak

Dari sini sudah terlihat jika memiliki divisi HR yang berkualitas sangat diperlukan bagi perusahaan, sehingga jangan pernah anggap remeh dalam pembentukan divisi ini. Sudah saatnya para pelaku bisnis harus serius dalam membangun divisi HR, cari lah anggota baru atau rombak divisi hr saat ini jika masih kurang baik. Dan apabila anda adalah seorang HR, maka sebaiknya anda harus sebisa mungkin mengelola SDM dengan baik. Anda dapat memanfaatkan teknologi untuk membantu anda bekerja, salah satunya adalah menggunakan software HR terbaik di indonesia yaitu APS HRD SYSTEM.

Software HR ini mampu membantu anda memproses penggajian outomatis alias sistem payroll, pengelolaan absensi, sistem pomotongan dan bonus, perhitungan pajak dll. Dengan Software HR semua pekerjaan human resource yang berkaitan dengan hal-hal administrasi mampu dihandle dan divisi HR bisa fokus pada pengembangan SDM perusahaan.

 

APS HRD SYSTEM - SOFTWARE HR & PAYROLL TERBAIK


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>