Lima Indikator Risiko Manajemen
- HRD

Lima Indikator Risiko Manajemen SDM

Manajemen risiko pada bidang manajemen sdm adalah bagian terpenting dalam sistem manajemen risiko suatu perusahaan. Hal ini sangat penting karena kinerja karyawan merupakan tolak ukur dari keberhasilan suatu bisnis. Manajemen risiko dalam SDM bertugas dalam mengidentifikasi kompetensi setiap karyawan di mulai pada tahap rekrutmen. Dikutip dari crmsindonesia.org ada lima indikator risiko manajemen sdm yang perlu anda ketahui pada perusahaan anda.

Rasio Pelamar & Kebutuhan Jumlah SDM

Rasio pelamar & kebutuhan jumlah sdm adalah salah satu indikator risiko dalam manajemen sdm. Manajer harus bisa memprediksi ketersediaan pelamar yang memiliki potensi pada pekerjaan yang lebih spesifik. Rasio ini dapat dihitung dengan cara membagi jumlah kandidat yang melamar masuk dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan. Hal ini membuat perusahaan dapat mengantisipasi dan juga mempersiapkan ketersediaan kandidat saat perekrutan staf selanjutnya.

Baca Juga:

Varians Pelamar Dengan Pekerja Yang Berhenti

Komparasi dari jumlah pelamar dan jumlah pekerja yang resign atau keluar dari perusahaan berkontribusi pada manajemen risiko sdm. Dengan artian bahwa pekerja yang berhenti tersebut didasari oleh beragam faktor alasan, seperti pensiun atau resign. Dengan mengidentifikasi varians tersebut, perusahaan dapat memprediksi ketersediaan kandidat dalam perencanaan penggantian dan mempersiapkan planning rekrutmen untuk regenerasi sdm.

Rasio Staf Pendukung

Indikator lainnya adalah rasio staf pendukung. Rasio ini dapat dihitung dengan membagi jumlah dari staf pendukung yang ada dengan total staf pada perusahaan. Ini dilakukan oleh HR untuk bahan pertimbangan sebelum memilih untuk menggunakan jasa outsourcing atau bukan dalam sesi perekrutan selanjutnya.

Persentase Pekerja Per Departemen

Persentase ini adalah indikator risiko untuk HR. Untuk mendapatkan hasil persentase ini, tim HR membandingkan jumlah pekerja yang ada pada setiap departemen bisnis dengan total pekerja dalam kurun waktu tertentu. Ada beberapa departemen bisnis yang dimaksudkan disini adalah Departemen Pemasaran, Keuangan, Teknologi & Informasi, Akunting, dan yang lainnya.

Employee Productivity Index

Dengan rasio rata-rata pengeluaran untuk pekerja yang mencapai sekitar 50% dari biaya operasional perusahaan, maka indeks produktivitas pekerja (Employee Productivity Index) merupakan salah satu indeks yang menunjukan budaya kerja dari suatu perusahaan. Indeks ini sangat kritikal karena akan mempengaruhi kapabilitas suatu perusahaan. Data ini akan membatu tim HR untuk menganalisa apakah karyawan telah bekerja sesuai dengan keahlian dalam memberikan kontribusi maksimal bagi organisasi.

Agar terciptanya lingkungan kerja yang baik, sangat diperlu untuk menganalisa risiko pada human resource untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.

APS HRD SYSTEM - SOFTWARE HR TERBAIK

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.