Inilah Penyebab Karyawan Millennials Kehilangan Motivasi Kerja!
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ketika karyawan tidak lagi memiliki motivasi kerja, maka produktivitasnya akan terus menurun. Maka dari itu, sebagai pimpinan ataupun tim HR anda harus mampu menangani hal tersebut, dengan cara melihat apa penyebab sebenarnya karyawan kehilangan motivasi kerja. Dan persoalan akan menjadi lebih rumit lagi, apabila para karyawan generasi millennial anda yang kehilangan motivasi kerjanya. Hal ini lebih sulit karena ada perbedaan yang menjadi motivasi kerja para karyawan millennial dengan generasi sebelumnya.

Maka dari itu, disini kami akan memberikan anda beberapa penyebab terjadinya penurunan motivasi kerja dari para karyawan generasi millennial. Ketika anda telah memahami sumber penyabab hal ini terjadi, maka anda akan lebih mudah untuk mengantisipasinya.

1. Terlalu banyak peraturan yang mengekang

Semua orang telah mengetahui jika para generasi millennial ini bukanlah generasi yang menyukai aturan yang kaku. Namun, bukan berarti generasi ini tipe yang suka melanggar aturan, meraka hanya ingin aturan yang ada tidak membatasi dirinya untuk berkreatifitas. Aturan-aturan kuno yang biasanya diterapkan banyak perusahaan dapat membuat mereka prustasi dan akhirnya semangat bekerja akan terus menurun hingga sangat berpengaruh terhadap produktivitasnya.

Baca juga : 7 Jenis Bonus yang Bisa Anda Berikan Kepada Karyawan

Generasi millennial ini sangat suka untuk bereksplorasi dan bereksperimen dengan kreatifitasnya saat bekerja, bisa jadi ini akan berdampak baik bagi perusahaan. Karena dengan hal tersebut, karyawan mampu menemukan cara baru yang lebih cepat dan sesuai dengannya dalam mengerjakan tugas sehari-hari. Maka dari itu aturan bukan harus di hilangkan, namun buatlah secara fleksible dan tidak mengekang karyawan untuk mengeluarkan kreatifitas dan ide-ide cemerlangnya.

2. Pekerjaan yang terlalu di kontrol

Bukan saja peraturan yang mengekang, mereka para generasi millennial juga tidak menyukai pengawasan dan pengontrolan yang berlebihan. Contohnya ketika mereka sedang bekerja maka pengawas ataupun atasannya selalu memeriksa dan mengomentari pekerjaanya, mulai dari awal hingga pekerjaan tersebut selesai. Bahkan untuk hal-hal kecil dari pekerjaanpun harus di kontrol oleh atasan.

Baca juga : Pertanyaan Yang Cocok Untuk Calon Karyawan Millennial Ketika Wawancara

Ketika mereka mempunyai atasan yang seperti itu, maka ini akan menjadi awal dari hilangnya motivasi mereka untuk bekerja. Sebaiknya anda berikan mereka kebebasan dalam menjalankan pekerjaanya. Anda cukup memberikan penjelasan di awal dan menilai hasil pekerjaanya dan boleh juga untuk sedikit melihat perkembangan pekerjaan mereka, namun jangan sampai mengatur dan mengontrol terlalu ketat. Apabila saat mereka bekerja dan apa saja yang mereka kerjakan selalu anda kritik, maka semakin lama mereka tidak lagi memiliki semangat untuk bekerja.

3. Terbiasa nyaman pada zona aman

Berada pada zona aman sepertiĀ  tugas-tugas yang di kerjakan karyawan sangat mudah di lakukan, sistem kepemimpinan sudah baik, aturan tidak lagi mengekang dll, memang sangat menyenangkan dan membuat karyawan nyaman. Namun jangan biarkan mereka terbuai oleh kenyamanan di zona aman ini, karena justru segala kemudahan dan kenyamanan ini bisa menyebabkan turunnya motivasi bekerja.

Mungkin berada pada zona aman dengan segala kenyamanannya akan sangat dinikmati oleh para karyawan. Tapi semakin lama kenyamanan ini akan membuat mereka bosan, apalagi generasi millennial memang terkenal mudah bosan dan menyukai tantangan baru. Semtara itu zona aman yang nyaman tidak lagi dapat memberikan meraka tantangan yang bisa dikalahkan. Pada akhirnya rasa jenuh akan menyelimuti karyawan tersebut dan akhirnya motivasi untuk bekerja akan terus menurun.

Baca juga : Ini Aturan Pemotongan Gaji Karyawan Yang Benar

Maka dari itu, perusahaan harus memiliki sistem perencanaan karir yang baik bagi karyawannya. Sehingga akan selalu ada tantangan baru yang harus dicapai karyawan untuk dapat mencapai karir yang lebih tinggi. Dengan begitu akhirnya motivasi kerja para karyawan generasi millennial ini juga akan meningkat.

4. Lingkungan kerja tidak mendukung untuk berkembang

Lingkungan kerja yang tidak mendukung untuk dapat mengambangkan karir kerja dengan baik, tentunya sangat tidak di sukai oleh karyawan manapun. Apalagi jika di dalam organisasi perusahaan sudah tercampuri dengan isu ataupun politik yang pada akhirnya mempengaruhi perusahaan. Bahkan motivasi kerja karyawan millennial ini akan langsung sirna ketika mengetahui adanya praktik kolusi dan nepotisme untuk dapat meningkatkan karir.

Maka dari itu, mulai sekarang jika perusahaan anda masih tercampuri dengan urusan politik ataupun jika masih adanya pengkhususan bagi karyawan yang merupakan keluarga atasan, segeralah untuk berubah atau jika tidak para karyawan anda akan tidak lagi termotivasi untuk bekerja. Dalam mengambil keputusan, cobalah untuk berbuat seadil-adilnya dan tunjukkan professionalitas perusahaan.

Baca juga : 3 Langkah Mudah Menemukan Bakat Terpendam Pelamar

Sebenarnya selain 4 poin ini, masih banyak lagi faktor-faktor penyebab menurunya morivasi kerja para karyawan millennial. Namun 4 poin inilah yang biasanya menjadi penyebab terbesarnya. Maka dari itu, sebaiknya sejak dini anda harus mencoba mengantisipasinya. Jika ini terus dibiarkan, bukan hanya motivasi kerja saja yang menurun, namun mereka juga akan mulai mencari perusahaan baru yang dapat mengakomodir para karyawan millennial.

APS HRD SYSTEM - SOFTWARE HR TERBAIK


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>