Cara Tepat Menjadi Seorang Pimpinan Di Era Millennial
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dewasa ini, generasi millennial menjadi salah satu topik yang cukup sering di perbincangkan dalam masyarakat, mulai dari segi teknologi, pendidikan maupun kebiasaan yang biasa dilakukan oleh generasi millenial. Dari total penduduk indonesia yang mencapai 255 juta jiwa, hampir 81 jutanya adalah generasi millennial.

Umumnya generasi millennial memiliki karakteristik, kebiasaan dan motivasi yang berbeda jika dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Oleh karena itu butuh pemahaman yang tepat agar dapat mengatur kinerja dari karyawan millennial. Seorang pimpinan juga harus mampu beradaptasi dengan gaya kepemimpinan di era millennial. Dengan cara yang tepat maka anda akan mampu memaksimalkan kenerja karyawan millenial. Lalu seperti apa cara yang tepat untuk menjadi seorang pemimpin di era millennial? berikut adalah tipsnya.

Jangan jadi pimpinan yang terlalu mengekang

Pekerja generasi millennial tidak begitu menyukai peraturan-peraturan terlalu mengekang dan terlalu terstruktur seperti yang biasa dilakukan pihak kantor kepada karyawan yang bukan dari generasi millennial. Mereka lebih menyukai pimpinan yang mampu membimbing mereka serta mudah untuk didekati. Oleh karena itu jangan heran jika karyawan mellennial akan bersikap kurang baik terhadap peraturan yang terlalu mengekang.

Jangan terlalu menunjukan diri anda sebagai orang yang mempunyai wewenang dikantor ketika merekrut karyawan dari generasi millennial. Untuk mendapatkan rasa hormat dari karyawan mellenial anda bisa mencoba untuk melakukan tindakan dengan konsisten dan membangun image professional.

Baca juga : Ini Dia Tips Memimpin Rapat Dengan Cara Terbaik

Berikan karyawan kesempatan untuk belajar dan berkembang

Generasi millennial terkenal dengan sifatnya yang tidak bisa bersabar. Hal ini terjadi karena generasi millennial lahir dan berkembang dalam budaya immediacy, di mana perkembangan teknologi dan informasi berjalan dengan sangat cepat sehingga membuat pekerja millenial lebih tertantang untuk melakukan hal-hal baru yang belum pernah dicoba dan lebih suka dengan pekerjaan yang mempunyai target jangka waktu pendek.

Cobalah beri sebuah proyek yang berbeda secara rutin selama dua atau tiga bulan sekali kepada karyawan millenial. Dengan memberikan banyak proyek baru kepada karyawan millenial, tantangan yang dihadapi karyawan tersebut pun semakin banyak sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Berikan dukungan untuk bekerja dalam tim

Tidak seperti generasi-generasi sebelumnya yang lebih suka untuk bekerja sendiri. Para pekerja generasi millennial lebih menyukai pekerjaan yang melibatkan tim atau kelompok ketimbang bekerja sendiri. Generasi millennial menilai jika bekerja dengan tim akan memberikan hasil yang lebih baik ketimbang bekerja sendiri. Selain itu mereka juga akan lebih senang karena keberhasilan tersebut dirasakan bersama tim, memberikan perasaan sense of belonging terhadap karyawan millenial. Ketika proyek yang dikerjakan selesai, anda dapat memberikan pelatihan tentang bagaimana bekerja sebagai sebuah tim yang baik.

Baca juga : Cara Yang Benar Menyampaikan Kritik Kepada Karyawan

Menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi

Sudah bukan rahasia lagi jika generasi mellenial terkenal dengan kemampuan multiasking nya. Sehingga anda tidak perlu heran apabila melihat karyawan millenial melakukan banyak sekali aktivitas dan terlihat sangat aktif, mulai dari bergabung dengan kelompok tertentu, mengerjakan tugas kantor, bersosialisasi dengan rekan di luar kantor dan tentu saja family time. Hal ini menyebabkan pekerja generasi millennial tidak terlalu suka terikat dengan jadwal kerja selama 8 jam. Jadi pastikan kebijakan di perusahaan tidak terlalu mengikat agar pekerja millennial dapat melakukan multitasking nya.

Jangan jauhi mereka dengan teknologi

Salah satu hal yang paling menonjol dari generasi mellennial adalah ketergantungan mereka terhadap teknologi dan internet. Menggunakan sosial media seperti Facebook, Twitter dan Instagram sudah menjadi bagian hidup mereka sehari-hari. Bahkan sebuah penelitian menyebutkan bahwa sebanyak 56% generasi millennial akan menolak tawaran pekerjaan jika perusahaan tersebut tidak mengizinkan mereka untuk mengakses sosial media.

Karenanya, tidak perlu melarang seorang pekerja millennial untuk menggunakan sosial media dan teknologi lainnya. Bahkan perusahaan akan mendapatkan manfaat dari hal tersebut. Contohnya anda bisa memerintahkan karyawan generasi millennial untuk melakukan pelatihan seputar teknologi kepada karyawan yang bukan generasi millenial. Selain itu gunakan aplikasi berbasis teknologi yang mendukung produktivitas perusahaan seperti BOSS PINTAR yang dapat melakukan absensi melalui smartphone.

Aplikasi Absensi Online Boss pintar


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.