10 Alasan Tepat Untuk Memberhentikan Karyawan
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kondisi keuangan perusahaan yang tidak menentu akibat tingginya persaingan yang terjadi di dunia kerja membuat perusahaan mau tidak mau harus mengambil langkah yang sebenarnya sangat merugikan karyawan yaitu melakukan Pemutusan Hubungan kerja atau yang biasa kita kenal dengan PHK.

Sebenarnya istilah PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja bukan hanya istilah yang digunakan untuk mengambarkan pemecatan yang dilakukan oleh perusahaan, tetapi pemunduran diri dari perusahaan atas inisiatif diri sendiri juga merupakan PHK. Namun, terdapat perbedaan dari kedua jenis PHK tersebut. Apabila perusahaan melakukan pemecatan atau PHK kepada karyawannya, maka ada kompensasi yang harus diberikan oleh perusahaan kepada karyawan PHK yang biasanya kita kenal dengan kata pesangon. Tidak hanya pesangon, ada juga beberapa kompensasi yang harus dibayarkan perusahaan kepada karyawan yang telah di PHK seperti memberikan uang Upah Penghargaan Masa Kerja (UPMK) dan memberikan Uang Penggantian Hak (UPH). Sejumlah kompensasi tersebut telah diatur dialam undang-undang ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2013 pasal 156 ayat 1 yang berisi.

Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayarkan uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima“.

Baca juga: Ini Aturan Pemotongan Gaji Karyawan Yang Benar

Hal-hal yang dilarang untuk dijadikan alasan PHK

Ada beberapa hal yang tidak boleh dijadikan acuan perusahaan untuk dapat mem-PHK seorang karyawan, hal ini telah diatur didalam Undang-undang Ketenagakerjaan, berikut adalah isi poin-poinnya:

  1. Perusahaan tidak boleh melakukan PHK kepada karyawan sakit atau izin yang tidak melebihi 12 bulan berturut-turut selama karyawan tersebut memberikan surat keterangan dari rumah sakit atau dokter tempatnya dirawat.
  2. Karyawan atau pekerja yang menjalankan ibadah seperti melakukan haji, umroh atau kegiatan keagamaan lainnya. Karena itu adalah hak bagi setiap warga negara untuk dapat menjalakan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.
  3. Pekerja atau Karyawan yang izin karena ada kejadian khusus contohnya seperti kelahiran anak, pernikahan keluarga atau diri sendiri, orang tua atau kerabat meninggal dan setiap karyawan wajib memberikan surat izin terlebih dahulu.
  4. Karyawan yang mengalami cacat akibat kecelakaan saat sedang bekerja atau terjadi karena berhubungan dengan pekerjaannya.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa setiap karyawan yang di PHK oleh perusahaan mempunyai hak untuk mendapatkan uang pesangon oleh perusahaan tempatnya bekerja. Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 ayat 1 telah mengatur bagaimana mekanisme perhitungan uang yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan yang di PHK, berikut adalah perhitungannya:

  • Uang pesangon

Setiap karyawan yang bekerja berhak mendapatkan kelipatan gaji sesuai dengan lama bekerja, contohnya:

Seorang karyawan A bekerja di perusahaan ABC  selama kurang dari 1 tahun dengan gaji Rp. 3.500.000,- kemudian karyawan A di PHK oleh perusahaan ABC, maka karyawan A berhak untuk mendapatkan tunjangan pesangon sebesar gaji selama 1 bulan atau sebesar Rp. 3.500.000.

Baca juga: Mudahnya Monitoring Pekerja Lapangan Dengan Aplikasi BOSS

Hal ini berlaku berkelipatan, sehingga jika karyawan A telah bekerja selama 2 tahun maka ia berhak mendapatkan 2 bulan gajinya, dan begitu seterusnya sampai batas 9 tahun. Jadi apabila ada seorang karyawan yang telah bekerja selama 15 tahun dan kemudian terkena PHK dari perusahaan, maka karyawan tersebut hanya mendapatkan uang tunjangan pesangon sebesar 9 bulan gaji saja.

  • Uang Penghargaan Masa Kerja

Uang penghargaan masa kerja hanya akan diberikan kepada karyawan terkena PHK yang telah bekerja lebih dari 3 tahun didalam perusahaan. Untuk karyawan PHK yang telah bekerja selama 3 sampai 5 tahun maka akan mendapatkan uang sebesar 2 bulan upan kerja. Sementara untuk karyawan yang telah bekerja selama 6 sampai 8 tahun maka akan mendapatkan uang sebesar 3 bulan upah kerja.

  • Uang Penggantian Hak

Uang penggantian hak akan diberikan oleh perusahaan sesuai dengan hak yang seharusnya karyawan dapatkan ketika masih bekerja diperusahaan tempatnya bekerja. Misalnya perusahaan memberikan jatah cuti selama 1 bulan, maka karyawan berhak mendapatkan uang dari jatah cuti selama 1 bulan tersebut. Atau misalnya fasilitas kesehatan yang diberikan oleh perusahaan selama bekerja, maka karyawan berhak untuk mendapatkan uang dari fasilitas kesehatan yang diberikan oleh perusahaan.

Baca juga: 4 Hal Yang Harus Dilakukan ketika Karyawan Mengajukan Resign

Mengetahui undang-undang ketenagakerjaan merupakan hal yang wajib untuk diketahui oleh setiap HR, hal ini termasuk cara menghitung uang pesangon, cara menghitung thr karyawan, mengetahui hak cuti karyawan, serta hal lain yang berhubungan dengan perundang-undangan ketenagakerjaan. Terkadang akan sedikit sulit untuk HR mempelajari seputar perundang-undangan ketenagakerjaan karena harus menghitung penggajian, absensi dan hal-hal rumit lainnya. Untuk memudahkan pekerjaan seorang HR. Perusahaan dapat menggunakan software hrd terbaik yang memiliki berbagai fitur lengkap penunjang pekerjaan HRD.

APS HRD SYSTEM - SOFTWARE HR TERBAIK


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.