Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ketika sebuah perusahaan membuka pendaftaran karyawan baru untuk posisi tertentu, divisi HR pasti sering sekali menemui pelamar kerja yang mengirimkan CV atau Curiculum Vitae dengan isi yang begitu menakjubkan. Seperti lulusan dari perguruan tinggi yang bergengsi, nilai IPK yang sangat tinggi, serta pengalaman dalam bekerja dibanyak perusahaan besar. Hal itu tentu akan membuat perusahaan sangat tertarik untuk dapat merekrut calon pekerja tersebut.

Tetapi jangan tertarik dulu dengan informasi yang ada didalam Curiculum Vitae si kandidat karyawan, karena bisa jadi isi CV tersebut hanyalah rekayasa yang dilakukan oleh pelamar kerja agar perusahaan tempat dia melamar tertarik dengannya. Salah satu contoh rekayasa yang dapat dilakukan oleh pelamar adalah dengan mengubah nilai IPK yang ada di CV menjadi lebih besar agar sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh perusahaan untuk dapat masuk kedalam posisi tertentu.

Baca juga: Contoh Daftar Riwayat Hidup (CV) Lamaran Kerja Yang Baik Dan Benar

Agar hal tersebut tidak terjadi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melihat apakah CV yang dikirim oleh pelamar adalah CV yang terlalu dibuat-buat atau sesuai dengan kemampuan dirinya, untuk ini silahkan anda simak.

Periksa seluruh akun media sosial pelamar

Sudah bukan menjadi sebuah rahasia umum jika langkah ini adalah langkah yang paling sering dilakukan oleh divisi HR untuk menyaring calon karyawan. Banyak yang akan didapat dengan melihat akun media sosial pelamar kerja, seperti mengetahui sifat dan tingkah laku, ideologi politik, serta salah satunya adalah mengetahui kebohongan yang mungkin saja ditulis pelamar kerja didalam Curiculum Vitae miliknya.

Tidak hanya sekedar mengecek media sosial yang memang digunakan untuk hal profesional seperti Linkedin dan juga Google+, tetapi periksa seluruh sosial media yang dimiliki oleh calon karyawan. Seperti Facebook, Instagram dan Twitter. Dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap akun media sosial calon karyawan, anda akan mengetahui apakah data yang diisi oleh calon karyawan kedalam CV tersebut benar adanya atau tidak. Misalnya data tentang pendidikan, biasanya orang akan memasukkan riwayat pendidikannya kedalam Facebook, atau Linkedin. Pastikan data yang ada di CV saling berkaitan dengan data yang ada disosial media calon karyawan.

Baca juga: Ternyata Ini 10 Cara Ampuh Integrasi Sosial Media dan HR

Jadwalkan wawancara selepas memeriksa media sosial

Selepas memeriksa seluruh akun media sosial milik calon karyawan maka langkah selanjutnya adalah membongkar secara langsung apakah terdapat kecurangan didalam CV yang telah diberikan oleh calon karyawan dengan cara mewawancara langsung. Pastikan wawancara berjalan secara face to face tidak melalui telepon ataupun videocall.

Dengan melakukan interview atau wawancara secara langsung, anda akan lebih mudah untuk mengetahui apakah informasi yang ada didalam CV merupakan rekayasa atau memang sungguhan. Berbeda apabila anda meminta konfirmasi melalui wawancara telepon atau videocall, anda tidak dapat melihat secara langsung calon karyawan sehingga akan sedikit sulit untuk melihat bahasa tubuh serta raut wajah si calon karyawan apakah ia berbohong atau tidak.

Baca juga: Pertanyaan Yang Cocok Untuk Calon Karyawan Millennial Ketika Wawancara

Lakukan tes untuk validasi

Apabila wawancara yang telah dilakukan berasa masih kurang untuk mendapatkan bukti apakah calon karyawan tersebut berbohong dalam mengisi CV atau tidak, cara selanjutnya yang dapat anda lakukan adalah melakukan tes kepada calon karyawan tersebut. Dengan melakukan tes yang relevan untuk menguji kompetensi karyawan seperti psikotes atau memberikan pertanyaan bercabang, anda dapat mengetahui apakah ada indikasi karyawan tersebut telah berbohong atau tidak.

Anda dapat memberikan tes berupa pertanyaan tentang pengalaman yang anda curigai berbohong. Seperti pengalaman kerja, riwayat pendidikan, serta skill lain yang telah dibuatnya didalam CV.

Boss Pintar - Aplikasi Absensi terbaik


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.