cara menghitung thr karyawan
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

Pada tahun 2018 ini bulan ramadhan jatuh pada pertengahan bulan Mei, artinya karyawan yang beragama Islam sebentar lagi akan mendapatkan tunjangan hari raya THR di setiap perusahaan tempatnya bekerja. Sebagai seorang HRD yang mengurusi urusan karyawan tentunya anda harus dapat menghitung THR dengan baik agar karyawan mendapatkan THR sesuai dengan hak yang harus didapatnya. Bayangkan apa yang akan terjadi jika HRD tidak dapat mengetahui rumus serta menghitung THR karyawan dengan baik, tentunya karyawan yang akan mendapatkan kerugian akibat salah menghitung THR karyawan. Tunjangan Hari Raya (THR) yang seharusnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan saat akan menjelang hari raya idul fitri malah tidak cukup karena uang THR yang diberikan tidak sesuai dengan yang semestinya. Untuk itu anda harus mengetahui rumus serta cara menghitung THR karyawan. Namun sebelum mengetahui cara menghitung thr karyawan beserta rumusnya, simak terlebih dahulu aturan dalam pemberian THR.

Apa itu THR

THR (Tunjangan Hari Raya) adalah bonus yang wajib untuk dibayarkan oleh perusahaan atau pengusaha saat menjelang hari raya besar keagamaan. Bonus yang diberikan harus berbentuk uang. Hari raya keagamaan yang dimaksud adalah hari raya idul fitri bagi karyawan yang beragama islam, hari raya natal bagi karyawan beragama kristen, hari raya nyepi bagi karyawan yang beragama hindu dan hari raya waisak bagi karyawan beragama buddha. Perlu diketahui jika pemberian THR tidak hanya diberikan pada karyawan beragama islam saja, namun bagi seluruh karyawan.

Baca juga: Aturan dan Cara Hitung Tunjangan Hari Raya THR Karyawan Kontrak

Aturan THR karyawan

Sebelum menghitung THR karyawan tentunya anda harus mengetahui aturan-aturan dalam pemberian THR untuk karyawan. Pemerintah Indonesia sendiri sudah mengatur aturan mengenai pemberian THR karyawan kedalam Undang-undang Ketenagakerjaan. Berikut adalah Undang-Undang yang mengatur Tunjangan Hari Raya untuk karyawan.

Aturan pemberian THR pada karyawan

Pemerintah menjelaskan aturan pemberian THR karyawan pada Permenker Nomor 6 Tahun 2016 mengenai THR keagamaan bagi karyawan.

Dalam aturan menteri tersebut menjelaskan jika setiap orang atau perusahaan yang mempekerjaan orang lain dengan upah wajib untuk memberikan THR. Upah yang dimaksud adalah upah atau gaji bersih ditambah dengan tunjangan tetap. Perusahaan wajib memberikan THR kepada karyawan yang telah bekerja lebih dari satu bulan secara terus menerus. Aturan ini berlaku untuk semua jenis karyawan baik karyawan tetap, karyawan kontrak, maupun karyawan harian.

Baca juga: Cara Terbaru Menghitung BPJS Kesehatan Untuk Karyawan

Kapan waktu pemberian thr?

Berdasarkan aturan menteri tenaga kerja Nomor 6 Tahun 2016 Pasal 5 Ayat satu menjelaskan jika pemberian THR akan dibayarkan satu kali dalam setahun dan sesuai dengan hari keagamaan dari masing-masing karyawan. Tetapi kenyataannya banyak perusahaan yang memberikan THR tidak sesuai dengan hari raya keagamaan setiap karyawan, tetapi memberikan THR pada hari raya idul fitri. Hal ini terjadi agar perusahaan tidak sulit menghitung THR yang akan diberikan kepada karyawan. Tentunya sebelum memberikan THR pada hari keagamaan yang tidak sesuai, akan ada kesepakatan yang terjadi pada perusahaan dengan karyawan. Entah itu melalui perjanjian kontrak kerja, atau melalui perjanjian tidak tertulis.

Kapan batas waktu pemberian THR karyawan?

Pemerintah mengatur batas waktu pemberian THR paling lambat tujuh hari sebelum hari keagamaan, misalnya tujuh hari idul fitri. Aturan ini ditetapkan agar karyawan dapat menggunakan uang THR untuk kepentingan saat hari idul fitri tiba. Bagi perusahaan yang memberikan THR lewat dari tujuh hari sebelum hari raya maka dikenai denda sebesar 5% dari total THR yang harus dibayar kepada karyawan.

Baca juga: Cara Menghitung Uang Lembur Sesuai Undang-Undang

Rumus beserta cara menghitung THR karyawan

Dalam menghitung THR karyawan tentunya terdapat rumus dalam perhitungannya. Rumus yang digunakan untuk menghitung THR karyawan dapat membantu HRD untuk menghitung THR karyawan dengan lebih baik dan mengurangi tingkat kesalahan saat perhitungannya. Rumus menghitung THR karyawan dibuat berdasarkan dengan aturan menteri tenaga kerja Nomor 6 Tahun 2016. Berikut aturannya.

  • Setiap pekerja atau karyawan yang telah bekerja lebih dari dua belas (12) bulan maka akan diberikan THR sebesar 1 bulan gaji.
  • Setiap pekerja atau karyawan yang punya masa kerja 1 bulan lebih namun tidak sampai 12 bulan maka akan diberikan THR sesuai dengan masa kerja dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 dikali 1 bulan gaji.

masa kerja x 1 (satu) bulan upah
12

Berdasarkan rumus yang telah dijelaskan dalam permenker, maka terdapat dua cara menghitung THR karyawan, yang pertama adalah cara menghitung THR untuk karyawan yang telah bekerja lebih dari dua belas bulan, dan yang kedua adalah cara menghitung THR untuk karyawan yang bekerja lebih dari satu bulan tetapi belum sampai satu tahun. Lalu bagaimana contoh kasus dalam menghitung THR karyawan? Silahkan simak contoh menghitung THR karyawan berikut ini.

Baca juga: Begini Peraturan Dan Cara Hitung Uang Pesangon PHK Karyawan

Contoh cara menghitung THR karyawan kontrak

Seorang karyawan bekerja bernama Nanda Permana merupakan pekerja yang berstatus sebagai karyawan kontrak dengan durasi 1 tahun pada perusahaan PT Maju mundur. Nanda telah bekerja selama enam bulan dengan gaji sebesar Rp 2.700.000, mendapat tunjangan jabatan sebesar Rp 300.000 per bulan, dan tunjangan transportasi sebesar Rp 200.000 maka cara menghitung THR untuk karyawan sesuai dengan rumus diatas adalah:

6/12 x (Rp 2.700.000+Rp 500.000) = Rp 1.600.000

Maka THR yang diberikan pada Nanda Permana adalah Rp 1.600.000.

Contoh cara menghitung THR karyawan tetap

Karyawan bekerja diperusahaan PT Angin Ribut bernama Valentino Rossi telah bekerja diperusahaan selama 2 (dua) tahun dengan gaji pokok setiap bulan sebesar Rp 3.500.000, dengan tunjangan makan sebesar Rp 330.000, tunjangan jabatan Rp 400.000 dan tunjangan hadir tepat waktu sebesar Rp 150.000. Perlu diketahui jika tunjangan tepat waktu dan tunjangan makan tidak selalu diberikan kepada Valentino Rossi jika terlambat bekerja, untuk itu tidak dimasukkan kedalam perhitungan THR karyawan. Lalu bagaimana cara menghitung THR karyawan pada contoh kasus diatas, berikut adalah cara menghitung THR karyawan tetap:

1 x (Rp 3.500.000+Rp 400.000) = Rp 3.900.000 Juta

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya jika tunjangan makan dan tunjangan hadir tepat waktu tidak dimasukkan kedalam perhitungan THR karyawan. Maka THR yang diberikan kepada Valentino Rossi adalah sebesarĀ Rp 3.900.000 Juta.

Baca juga: Langkah-Langkah Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan

Contoh cara menghitung THR karyawan harian

Sebelumnya perlu anda ketahui jika aturan pemberian THR tidak berdasarkan status kerja baik itu kontrak atau karyawan tetap, namun berdasarkan jumlah waktu bekerja karyawan di perusahaan. Untuk menghitung THR karyawan harian anda dapat menggenapkan total upah selama satu bulan apabila karyawan harian digaji dengan sistem per-hari. Sehingga berikut adalah contoh cara menghitung THR untuk karyawan harian.

Seorang karyawan Bernama Andi telah bekerja selama 2 bulan dengan status sebagai karyawan harian pada PT Maju Bersama. Setiap harinya Andi mendapat upah/gaji sebesar Rp 250.000 ribu. Jika ditotalkan upah selama satu bulan tidak dihitung dengan hari minggu atau 26 hari, maka gaji Andi perbulan adalah Rp 6.500.000 juta. Maka berikut adalah cara menghitung THR karyawan harian:

2 / 12 x Rp 6.500.000 = Rp 650.000 ribu

Maka THR yang diberikan kepada Andi sesuai perhitungan diatas adalah sebesar Rp 650.000 ribu.

Aplikasi Absensi Online Boss pintar


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>