Aturan dan Pengertian Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Pernahkah anda mendengar istilah PKWT atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu saat akan bekerja disebuah perusahaan? PKWT atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu adalah sebuah istilah perjanjian kerja yang dilakukan antara pekerja/karyawan dengan perusahaan untuk melakukan hubungan kerja dalam kurun waktu tertentu atau kurun waktu yang telah ditentukan bersama. Hal ini seperti yang ditulis dalam Putusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 100/MEN/IV/2004 Mengenai Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Isi dari perjanjian PKWT berisi dengan aturan individual tentang hubungan yang terjadi antara pekerja dengan perusahaan ataupun pengusaha, misalnya mengenai posisi dan jabatan, gaji pokok atau upah yang akan diterima, fasilitas dan tunjangana yang akan diberikan saat bekerja, serta hal lain yang fungsinya untuk mengatur hubungan kerja atau kontrak kerja antara karyawan dan perusahaan. Dengan kata lain PKWT adalah pekerja yang berstatus bukan sebagai karyawan tetap melainkan hanyak menjadi karyawan untuk waktu tertentu sesuai dengan kesepakan antara pekerja dengan perusahaan atau biasa dikenal dengan karyawan kontrak.

Baca juga: Cara Terbaru Menghitung BPJS Kesehatan Untuk Karyawan

Aturan dan syarat perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT)

Dalam pelaksanaannya, tentu ada beberapa ketentuan dan aturan yang harus diikuti serta berlaku ketika melakukan perjanjian kerja waktu tertentu. Aturan-aturan tersebut tertuang dalam UU yang diterbitkan oleh pemerintah. Berikut adalah aturan dan ketentuan dalam pelaksanaan PKWT.

Baca juga: Aturan Pemberian BPJS Ketenagakerjaan Bagi Karyawan Kontrak

Jenis pekerjaan yang diperbolehkan dalam PKWT

Berdasarkan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Pasal 59 mengenai Ketenagakerjaan menjelaskan jika perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) hanya dapat dibuat untuk pekerjaan yang menurut jenis dan sifatnya akan dapat selesai dalam kurun waktu tertentu dan tidak dapat diterapkan pada pekerjaan yang sifatnya tetap. Berikut adalah jenis-jenisnya seperti berikut:

  • Pekerjaan yang sekali selesai atau hanya bersifat sementara.
  • Pekerjaan yang kemungkinan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama, atau maksimal selama tiga tahun.
  • Pekerjaan musiman
  • Pekerjaan harian
  • Pekerjaan yang terkait dengan produk baru, produk tambahan yang masih dalam tahap uji coba dan kegiatan baru.

Berikut adalah penjelasan mendetail mengenai jenis pekerjaan yang diperbolehkan untuk melakukan PKWT.

Baca juga: Cara Menghitung BPJS Ketenagakerjaan Karyawan

Pekerjaan yang sekali selesai atau hanya bersifat sementara dengan waktu maksimal tiga tahun

  • Jika sebuah pekerjaan yang telah di atur dalam PKWT dapat selesai sebelum batas waktu yang ditentukan maka pekerja tersebut dapat berhenti karena pekerjaannya telah selesai walau belum sampai batas waktu yang ditentukan, dan PKWT yang telah disepakati bersama putus demi hukum ketika telah selesainya pekerjaan.
  • Dalam perjanjian kerja waktu tertentu yang didasari atas sebuah pekerjaan sementara haruslah disertai dengan batasan waktu selesainya pekerjaan itu.
  • Jika pekerjaan belum selesai sesuai dengan batas waktu yang disepakati, maka diperbolehkan untuk melakukan PKWT kembali.
  • Pembaharuan PKWT dilakukan dalam kurun waktu 30 hari setelah berakhirnya perjanjian kerja.

Baca juga: 5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Aplikasi Penggajian

Pekerjaan musiman

  • Pekerjaan yang hanya dapat dilakukan pada musim tertentu untuk satu jenis pekerjaan.
  • Pekerjaan berjenis target atau memenuhi pesanan pelanggan dapat menggunakan PKWT musiman.
  • PKWT jenis musiman tidak dapat diperharui seperti PKWT jenis pekerjaan sementara.

PKWT produk baru

  • PKWT ini dapat dilakukan dengan waktu paling lama dua tahun dan dapat diperpanjang lagi dengan waktu paling lama satu tahun.
  • Perjanjian yang telah dibuat tidak dapat dilakukan pembaharuan
  • PKWT ini hanya dapat dilakukan dan diberlakukan kepada pekerja yang melakukan pekerjaaanya diluar produksi atau pekerjaan yang biasa dilakukan oleh perusahaan.

Baca juga: Begini Peraturan Dan Cara Hitung Uang Pesangon PHK Karyawan

Pekerjaan harian atau kerja lepas

  • PKWT jenis ini dapat diterapkan kepada jenis pekerjaan yang berubah-ubah dalam kurun waktu singkat dan pemberian upah berdasarkan kehadiran harian.
  • Perjanjian kerja harian lepasĀ  yang dimaksud adalah pekerjaan yang dilakukan kurang dari dua puluh satu (21) hari dalam sebulan.
  • Jika pekerja harian bekerja lebih dari dua puluh satu (21) hari atau lebih selama tiga bulan berturut-turut maka PKWT kerja harian lepas berubah menjadi PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tak Tentu).

Lama waktu maksimal dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang diperbolehkan

Baca juga: Software HRD, Payroll dan Penggajian Terbaik 2017

PKWT hanya dapat dilakukan dengan waktu maksimal selama dua tahun. Jika pihak perusahaan mengingingkan perpanjangan, maka harus dilakukan paling lama 7 hari setelah PKWT berakhir, jika pengusaha atau perusahaan tidak memberitahukan untuk memperpanjang PKWT maka perjanjian kerja tersebut batal sesuai dengan hukum dan menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tak Tentu (PKWTT). Sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 59, Perpanjangan PKWT hanya dapat dilakukan paling banyak satu kali dan dengan jangka waktu paling lama satu tahun. PKWT yang melebihi waktu 3 tahun maka perjanjian kerjanya akan batal dan menjadi Perjanjan Kerja Waktu Tak Tentu (PKWTT).

Bolehkan melakukan pembaharuan perjanjian kerja yang ada didalam PKWT

Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 59 ayat 6, pembaharuan perjanjian kerja hanya dapat dilakukan satu kali dan paling lama dua tahun. Pembaharuan ini dapat dilakukan setelah lebih dari 30 hari setelah PKWT berakhir. Contohnya jika pekerjaan belum dapat terselesaikan maka perusahaan dan karyawan dapat melakukan pembaharuan perjanjian. Jika PKWT tidak melalui waktu tenggang selama 30 hari sejak berakhirnya perjanjian. maka PKWT berubah menjadi PKWTT.

APS HRD SYSTEM - SOFTWARE HR & PAYROLL TERBAIK


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>