Aturan dan Cara Hitung Tunjangan Hari Raya THR Karyawan Kontrak
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Banyak hal yang ada didalam benak seorang yang belum pernah bekerja atau fresh graduate ketika memasuki dunia kerja, terutama ketika akan masuk kedalam perusahaan yang menerapkan sistem kontrak menggunakan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu). Tentu bagi seseorang yang baru saja memasuki dunia kerja akan bingung dengan regulasi mengenai PKWT atau karyawan kontrak, misalnya aturan mengenai pemberian BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawan kontrak, aturan cuti tahunan bagi karyawan kontrak atau aturan pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) bagi setiap karyawan kontrak ketika memasuki hari besar keagamaan. Kebingungan-kebingunan seperti itu sebenarnya bukan hanya dirasakan oleh pekerja berstatus fresh graduate, tetapi juga bagi divisi Human Resource, karena sebagai HRD, mereka harus mengerti bagaimana aturan-aturan yang berkaitan dengan karyawan.

Apa itu THR?

Tunjangan Hari Raya atau yang biasa kita kenal dengan THR adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendapatkan uang atau tunjangan ketika menjelang hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri bagi karyawan yang beraga Muslim, Hari Raya Natal bagi karyawan yang beragama Kristen, Hari Raya Nyepi bagi karyawan yang beragama hindu dan Hari Raya Waisak bagi setiap karyawan yang beragama Buddha.

Baca juga: Aturan Cuti Haji Dan Upah Saat Cuti Haji Sesuai Pemerintah

Kapan THR diberikan?

Sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 Tahun 2016 Pasal 5 Ayat 1 yang menjelaskan jika pembayaran THR dilakukan sekali dalam setahun dan disesuaikan dengan agama yang dianut masing-masing karyawan, misalnya karyawan bernama Andi beragama Islam maka akan diberikan THR pada Hari Raya Idul Fitri, begitu juga bagi karyawan-karyawan yang beragama selain islam akan diberikan THR pada hari raya keagamaan masing-masing. Tetapi waktu pemberian THR bisa berbeda jika terdapat kesepakatan antara karyawan dan perusahaan atau pengusaha, misalnya THR dibayarkan kepada seluruh karyawan baik itu Islam, Kristen, Hindu dan Buddha bertepatan di hari Raya Idul Fitri, biasanya kesepakatan ini tertulis didalam kontrak kerja.

Baca juga: Aturan Pemberian BPJS Ketenagakerjaan Bagi Karyawan Kontrak

Pembayaran THR dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan karyawan, hal ini bertujuan agar karyawan yang merayakan hari keagamaan bisa mempersiapkan segala hal untuk menyambut hari keagamaan tersebut. Bagi perusahaan yang terlambat membayar THR kepada karyawan harus membayar denda sebesar 5% dari total THR yang diberikan kepada karyawan.

Aturan THR untuk karyawan kontrak

Seperti pada penjelasan diatas, THR diberikan kepada setiap karyawan setiap setahun sekali. Artinya, THR merupakan hak yang wajib diberikan kepada setiap pekerja atau karyawan saat bekerja baik itu karyawan tetap atau yang biasa disebut dengan Perjanjian Kerja Waktu Tak Tentu (PKWTT) maupun pegawai kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang memiliki masa kerja lebih dari satu bulan secara terus menerus.

Baca juga: Cara Terbaru Menghitung BPJS Kesehatan Untuk Karyawan

Namun terdapat perbedaan yang terjadi kepada karyawan kontrak dan karyawan tetap mengenai hak untuk mendapatkan THR dari perusahaan ketika mengalami pemutusan kerja atau berakhirnya hubungan kerja baik antara karyawan kontrak maupun karyawan tetap. Untuk karyawan tetap atau karyawan yang menggunakan sistem PKWTT, tetap berhak untuk mendapatkan THR jika pemutusan hubungan kerja terjadi terhitung sejak 30 hari sebelum hari raya keagamaan, sebaliknya jika pemutusan hubungan kerja terjadi melebihi 30 hari sebelum hari raya keagamaan maka tidak berhak untuk mendapatkan THR. Sementara untuk karyawan kontrak atau karyawan yang menggunakan sistem PKWT tetap tidak memiliki hak untuk mendapatkan THR meskipun pemutusan hubungan kerja berakhir dalam jangka waktu 30 hari sebelum hari raya keagamaan. Hal ini berarti tidak ada aturan mengenai pemberian THR jika pemutusan kerja terjadi dalam waktu 30 hari tersebut.

Aturan pemberian THR karyawan kontrak

Merujuk pada pasal 3 ayat 1 Aturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 6 Tahun 2016 tentang cara menghitung THR karyawan dimana setiap karyawan akan mendapatkan THR sebesar satu bulan gaji apabila telah menyelesaikan masa kerja selama dua belas bulan (12) secara terus-menerus dan untuk karyawan yang mempunyai masa kerja selama satu bulan tetapi tidak bekerja sampai dua belas bulan (12) maka akan mendapatkan THR yang disesuaikan dengan masa kerjanya. Aturan pemberian THR kepada karyawan seperti itu juga berlaku untuk karyawan yang berstatus karyawan kontrak, setiap karyawan kontrak berhak mendapatkan THR sebesar 1 bulan gaji penuh apabila telah bekerja selama 12 bulan lebih. Hal yang sama juga terjadi pada proses cara hitung THR karyawan kontrak, dimana rumus menghitung THR karyawan kontrak adalah masa kerja dikalikan dengan gaji kemudian dibagi 12, untuk informasi lebih lengkap silahkan baca cara hitung THR karyawan.

Baca juga: Peraturan Pembagian Shift Kerja Sesuai Undang-Undang

Kesimpulannya, pemberian THR kepada karyawan kontrak dan karyawan tetap tidaklah terlalu berbeda. Setiap karyawan baik itu yang berstatus sebagai karyawan kontrak maupun karyawan tetap berhak untuk mendapatkan jatah THR yang sesuai dengan aturan pemerintah. Untuk mempermudah proses hitung THR karyawan, pastikan perusahaan anda menggunakan aplikasi penggajian terbaik yang dapat melakukan segala perhitungan dengan tepat. Salah satu aplikasi yang dapat diandalkan adalah APS HRD SYSTEM. Software penggajian dengan fitur lengkap yang dapat selalu diandalkan dalam proses manajemen data karyawan. Silahkan klik gambar dibawah untuk informasi lebih lanjut.

Sumber: hukumonline.com

APS HRD SYSTEM - SOFTWARE HR TERBAIK


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.