Apakah Pemberian SP Berdampak Positif Terhadap Karyawan?
Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Surat peringatan kerja atau sering dikenal dengan SP adalah sebuah prosedur yang berfungsi sebagai alat teguran kepada karyawan yang melakukan kesalahaan saat bekerja. Pemberian surat SP merupakan salah satu tindakan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai alat disiplin bagi karyawan yang melakukan pelanggaran atau kelalaian saat bekerja. Pemberian surat SP biasanya hanya 3 kali mulai dari SP1, SP2 dan SP3 lalu kemudian pemutusan hubungan kerja atau pemecatan.

Baca juga: Manfaat Tes Psikotes Saat Melakukan Rekruitmen Karyawan Baru

Surat peringatan kerja merupakan salah satu momok yang menakutkan bagi karyawan karena salah satu indikator jika posisinya sudah tidak aman lagi didalam perusahaan. Sementara itu bagi pihak perusahaan pemberian Surat Peringatan merupakan salah satu cara untuk mendisiplinkan karyawannya serta sebagai bentuk peringatan agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Namun apakah pemberian surat peringatan kerja atau SP dapat meningkatkan kinerja karyawan atau justru malah menurunkan mental karyawan dalam bekerja?

Surat Peringatan atau SP merupakan salah satu hal sensitif didalam pekerjaan. Disatu sisi dapat berguna bagi perusahaan untuk mengingatkan karyawan agar tidak melakukan kesalahan lagi tetapi dilain sisi juga dapat menjadi bumerang bagi perusahaan karena dapat membuat karyawan tersebut tidak bergairah karena mendapat SP dan mungkin saja malah akan membuatnya melakukan kesalahan lain yang jauh lebih fatal dari sebelumnya.

Baca juga: 6 Cara Meningkatkan Program Pelatihan Karyawan

Dapat dipastikan seluruh karyawan sangat takut dengan Surat Peringatan, dengan kata lain penggunaan SP sebaiknya tidak perlu untuk dipergunakan sebagai punisment bagi karyawan yang melakukan pelanggaran. Meski disiplin kerja merupakan hal yang penting, sebelum memberikan Surat Peringatan ada baiknya anda mencari tahu terlebih dahulu akar permasalahan yang menyebabkan karyawan tersebut melakukan kesalahan kerja. Mungkin saja faktor tekanan yang diberikan selama dikantor, budaya kantor yang tidak sesuai dengan dirinya atau mungkin permasalahan keruarga yang terbawa hingga kedalam tempat kerja

Sering kali permasalahan yang terjadi oleh karyawan disebabkan oleh beban kerja yang terlalu tinggi sehingga membuat dirinya tertekan, namun dilain sisi karyawan tersebut tidak berani untuk mengungkapkannya kepada pimpinan atau kepada HRD. Tentu sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap karyawan, anda harus dapat menganalisa hal tersebut lalu kemudian melakukan tindakan perbaikan.

Selain itu, intimidasi atau pertengkaran yang terjadi antar karyawan dapat sangat mempengaruhi mental dan kinerja seorang karyawan. Tentunya HRD harus dapat menjadi penengah sebagai pemberi nasehat kepada kedua belah pihak karyawan untuk menghentikan pertengkaran yang terjadi diantara keduanya. Dengan menjadi penengah dan berusaha menemukan jalan terbaik untuk menyelesaikannya, tentu saja pemberian Surat Peringatan atau SP tidak diperlukan karena semua dapat terselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Baca juga: Manfaat Membuat Form Penilaian Kinerja Karyawan

Sebagai HRD atau pemegang kepentingan yang berkaitan dengan karyawan, tentunya anda harus mampu menjadi pemecah masalah dan pemberi solusi bagi karyawan. Sebelum memutuskan untuk memberikan Surat Peringatan (SP) kepada karyawan, ada baiknya anda memikirkan berbagai faktor yang ada, seperti melihat dampak negatif yang membuat kondisi psikologi karyawan menjadi sedikit terganggu.

Jika masalah yang terjadi diperusahaan disebabkan oleh permasalahan diluar perusahaan misalnya permasalahan mengenai keluarga, anda dapat mendengarkan sambil memberi solusi atau jalan tengah dari permasalahan yang dihadapinya agar tidak mengganggu pekerjaan. Dengan begitu tentu saja karyawan akan jauh merasa termotivasi ketimbang harus diberikan Surat Peringatan.

Setelah anda menemukan titik permasalahan yang terjadi, anda dapat menentukan apakah harus mengeluarkan SP atau hanya diberi peringatan lisan terlebih dahulu. Jika permasalahan yang terjadi tidaklah terlalu besar, ditambah penyebab dari permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara yang lebih baik, maka tidak ada salahnya untuk memberikan masukkan dan peringatan terlebih dahulu kepada karyawan.

Baca juga: Penyebab Stres Di Tempat Kerja Yang Harus Anda Ketahui

Namun jika kesalahan yang dilakukan tergolong pelanggaran yang berat maka anda mungkin dapat memberikan SP kepada karyawan tersebut sebagai bentuk tegas perusahaan kepada pelanggaran berat. Selain itu juga sebagai pengingat karyawan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama kedua kalinya. Jadi, apakah Surat Peringatan (SP) kerja dapat berdampak positif terhadap karyawan? Jawaban tersebut ada pada anda sendiri, namun ada baiknya sebelum anda memberikan SP, cobalah untuk menasehati dan mencari tahu titik permasalahan yang terjadi.

Aplikasi Absensi Online Boss pintar


Share untuk berbagi kebermanfaatan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.