4 Metode Perhitungan Insentif Karyawan
- HRD

4 Metode Perhitungan Insentif Karyawan

Saat anda menjabat sebagai bagian dari tim human capital management, tugas anda setelah diberi mandat oleh pimpinan perusahaan anda adalah untuk memberikan insentif pada karyawan dan anda harus mengetahui cara perhitungan insentif yang tepat.

Kinerja karyawan adalah variable yang mempengaruhi perhitungan insentif, maka hal ini akan menghasilkan kinerja yang lebih baik dan pasti akan bekerja melebihi standar yang telah ditetapkan. Perusahaan akan memperoleh manfaat berupa produktivitas yang lebih baik dari yang diharapkan.

4 Metode Perhitungan Insentif Karyawan

Tujuan utama dari pemberian insentif adalah untuk meningkat semangat dan gairah karyawan akan mereka termotivasi dalam bekerja sehingga strategi dan tujuan perusahaan dapat tercapai, jadi seorang human capital management harus benar-benar melakukan perhitungan secara detail dan terperinci, agar tidak menimbulkan kecemburuan antar karyawan yang mendapatkan insentif. Dikutip dari situs linovhr.com ada 4 metode perhitungan insentif karyawan, yang akan dibahas secara terperinci:

1. Metode Perhitungan Straight Piecework Plan

Perhitungan insentif Straight Piecework Plan adalah perhitungan insentif yang paling sederhana. Dimana perhitungan insentif akan dihitung secara proporsional. Cara ini paling banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Metode ini menggunakan satuan moneter.

Rumus perhitungannya adalah:

Tarif upah per potong x kelebihan produktivitas yang telah dihasilkan karyawan di atas standar rata-rata.

Contoh perhitungan metode straight piecework plan sebagai berikut:

Jordi akan mendapatkan insentif dengan dasar perhitungan sebagai berikut:

  • Produksi standar per jam : 20 unit
  • Jumlah yang diproduksi per jam : 35 unit
  • Tarif upah per jam : Rp 30.000
  • Tarif insentif per jam : Rp 16.000
  • Total jumlah upah per jam : Rp 30.000 + Rp 16.000 = Rp. 46.000
  • Biaya tenaga kerja per unit : Rp 46.000/35 unit = Rp 1.314,29

Baca Juga:

2. Metode Perhitungan One Hundred Bonus Plan

Metode perhitungan ini menggunakan satuan dalam waktu per unit dalam melakukan perhitungannnya.

Rumus perhitungannya adalah:

Insentif = Kinerja Aktual : Kinerja Standar x Upah Per Jam

Contoh Perhitungan metode one hundred bonus plan sebagai berikut:

Jane akan mendapatkan insentif dengan dasar perhitungan sebagai berikut:

  • Jam kerja normal : 8 jam
  • Unit produksi : 225 unit
  • Produksi standar : 200 unit
  • Rasio efisiensi : 225 unit / 200 unit = 1,13
  • Tarif upah per jam : Rp 30.000
  • Tarif upah per jam x rasio efisiensi : Rp 30.000 x 1,13 = Rp 33.650
  • Total upah : (8 jam x Rp 30.000) + Rp 33.750 = Rp 273.750
  • Total upah per unit produksi : Rp 273.750 / 225 unit = Rp 1.217

3. Metode Perhitungan Taylor Piecework Plan

Sistem perhitungan upah per potong yang ditelah diciptakan oleh Taylor dengan tarif insentif yang berbeda-beda, antara karyawan yang menghasilkan hasil dibawah standar/rata-rata dengan karyawan yang berhasil bekerja di atas hasil standar/rata-rata. Jika seorang karyawan berhasil mendapatkan hasil lebih besar dari standar, otomatis upah yang diterimanya akan lebih besar.

Contoh perhitungan metode taylor piecework plan sebagai berikut:

Sudah ditetapkan tarif upah Rp 54 per satuan untuk karyawan yang menghasilkan  16 satuan atau kurang per jam dan Rp 75 per satuan untuk karyawan yang menghasilkan 18 satuan per jam. Maka upah per jam karyawan dihitung sebagai berikut: Rp 75 x 18 = Rp 1.359 per jam, sedangkan karyawan yang hanya menghasilkan 14 satuan per jam, dihitung: Rp 54 x 14 = Rp 756.

4. Metode Perhitungan Group Piecework Plan

Metode ini adalah sistem perhitungan tarif per potong dalam kelompok kerja. Jadi saat suatu kelompok kerja berhasil berkerja diatas rata-rata, maka kelompok itu berhak mendapatkan insentif.

Rumus perhitungannya adalah:

Unit yang dihasilkan x tarif per unit

Contoh Perhitungan metode group piecework plan sebagai berikut:

Tim/kelompok 1 berhasil mendapatkan insentif berdasarkan perhitungan:

  • Unit diproduksi : 260 unit
  • Jam kerja standar : 13 jam
  • Jam kerja sesungguhnya : 10 jam
  • Upah group : Rp 20.000
  • Bonus group : Rp 2.000
  • Total upah group : Rp 20.000 + Rp 2.000 = Rp 22.000
  • Total upah per unit produksi : Rp 22.000 / 260 unit = 84,62

Semua perhitungan diatas bisa anda implementasikan dalam perhitungan insentif karyawan yang bekerja pada perusahaan anda. Sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Boss Pintar - Aplikasi Absensi terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.