- Akuntansi

Memahami Inflasi dan Rumus Penghitungannya

Beberapa kilogram gula saat ini seharga Rp. 100.000, berarti jika harga gula perkilo Rp. 10.000 maka anda akan mendapatkan 10 kg gula. Bandingkan seberapa banyak gula yang akan anda dapatkan dengan harga Rp. 100.000 pada 20 tahun lalu. Pada saat itu mungkin anda bisa membawa pulang 50 kg gula, yang berarti harganya masih Rp. 2000 per kilogram. Ini menggambarkan bahwa ada kenaikan harga gula, dan tidak hanya gula yang melonjak harganya.

Definisi Inflasi

Definisi inflasi secara sederhana adalah kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Ada 3 syarat yang harus terpenuhi untuk bisa dikatakan terjadi inflasi.

  • Bersifat umum, yang berarti terjadi kenaikan harga komoditas yang masyarakat konsumsi secara umum.
  • Kenaikan harga, yaitu kondisi dimana harga suatu barang lebih tinggi dari periode sebelumnya.
  • Berkelanjutan, artinya kenaikan harga tersebut belangsung relatif lama.

Jadi, tidak bisa dikatakan inflasi jika hanya 1 atau 2 saja dari 3 hal diatas.

Baca Juga:

Tipe-tipe Inflasi

Para pakar mengklasifikasikan inflasi berdasarkan sifat, asal, dan sebab terjadinya. Inflasi berdasarkan sifat dibagi menjadi 4 jenis yaitu, sangat tinggi, berat, menengah, dan rendah.

  • Inflasi sangat tinggi dilihat dari kenaikan harga barang secara drastus atau lebih dari 100% pertahunan.
  • Inflasi berat jika kenaikan harga dari 30-100% pertahun.
  • Inflasi menengah jika kenaikan harga dari 10-30% pertahun.
  • Inflasi rendah jika kenaikan harga kurang dari 10% pertahun.

Jika ditinjau dari penyebab, inflasi dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu inflasi sebab tarikan permintaan (demand pull inflation) dan inflasi akibat desakan biaya (cost push inflation). Dan jika ditinjau dari asalnya, maka inflasi dapat dikategorikan menjadi inflasi dalam negeri dan inflasi luar negeri.

Rumus Perhitungan Inflasi

Ada 3 alat pengukuran inflasi yang biasa digunakan oleh para ekonom Indonesia, yaitu menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB), Indeks Harga Konsumen (IHK), dan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB).

Dari 3 metode tersebut maka metode IHK yang paling sering digunakan untuk menghitung rasio inflasi di Indonesia. Untuk semakin jelas, mari lihat ilustrasi perhitungan ini.

Laju Inflasi = [(IHK periode ini – IHK periode sebelumnya)/(IHK periode sebelumnya)] x 100%

Misalnya diketahui IHK bulan januari 2019 adalah 115.25, dan IHK bulan januari 2020 adalah 127.76, maka inflasi tahunan sebagai berikut:

Laju Inflasi = [(127.76 – 115.25)/(115.25)] x 100% = 10.8%

Nilai 10.8% ini yang dimaksud dengan inflasi tahunan.

Bis Accounting System - Software Akuntansi terbaik di indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.